Antisipasi Hoaks, Meta Tangguhkan Jaringan Facebook Jelang Pemilu di Filipina
Dunia

Keberadaan media sosial di era digital seperti sekarang ini menjadi sangat penting dalam segala hal, termasuk juga kampanye jelang Pemilu. Sebagaimana dilakukan di negara Filipina.

WowKeren - Dengan segala kemudahan mengakses informasi melalui media sosial di era digital seperti sekarang ini, juga memiliki sejumlah risiko, salah satunya adalah terkait dengan kebenaran informasi itu senidiri. Tak jarang banyak dijumpai informasi bohong atau biasa disebut hoaks.

Untuk meminimalisir hoaks menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) di Filipina, Meta Platforms Inc pada Rabu (6/4), memutuskan untuk menangguhkan jaringan lebih dari 400 akun, halaman, dan grup, saat induk Facebook bergerak untuk menindak ujaran kebencian dan informasi yang salah.

Perusahaan media sosial tersebut mengatakan bahwa akun-akun tersebut diketahui, termasuk juga Halaman Facebook dan grup yang terkait dengan Tentara Rakyat Baru Filipina, sebuah organisasi terlarang.

Adapun kekhawatiran tentang ujaran kebencian online telah meningkat ketika kandidat dan pendukung semakin beralih ke media sosial untuk pemilihan 9 Mei dengan latar belakang pandemi virus corona yang mengganggu metode kampanye tradisional.


Pada bulan Maret lalu, para kandidat calon Presiden Filipina itu disebut telah mendesak perlunya meminta pertanggungjawaban perusahaan media sosial atas penyebaran informasi yang salah. Maka dari itu, perusahaan media sosial tersebut memutuskan untuk menangguhkan akun-akun yang dinilai berpotensi mengeluarkan ujaran kebencian.

Lebih lanjut, Meta mengatakan dalam posting blog kemarin bahwa pengiklan di Filipina harus menyelesaikan proses otorisasi iklannya dan menyertakan penafian "Dibayar oleh" pada iklan tentang pemilu, politik, dan kategori tertentu dari masalah sosial.

Langkah Meta tersebut dilakukan setelah bulan lalu mengubah pendiriannya di Ukraina yang untuk sementara mengizinkan seruan kekerasan dan mempersempit kebijakan moderasi kontennya untuk melarang seruan kematian seorang kepala negara.

Seperti yang diketahui, keberadaan media sosial saat ini memang bukan lah menjadi hal yang tabu. Bahkan di era seperti sekarang ini, hampir semua lapisan masyarakat telah mengakses media sosial, baik muda maupun tua.

Maka tidak heran, demi menjaga kelancaran jalannya Pemilu di Filipina, Meta memilih untuk menangguhkan akun-akun yang dinilai berpotensi menyebarkan informasi tidak benar. Dengan begitu, diharapkan kampanye melalui media sosial bisa berjalan aman, damai, dan tentram.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait