Anies sempat berbicara mengenai pentingnya kesetaraan dalam membangun kota kala memberikan ceramah di Masjid UGM. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu menggunakan pendekatan gagasan sosiologis.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 08 April 2022 - 11:34 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengisi ceramah tarawih di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Kamis (7/4). Dalam kesempatan tersebut, teriakan "Presiden" rupanya berulang kali menggema dari para jemaah yang hadir.
"Presiden, presiden. Pak Anies," ujar para jemaah di Masjid UGM.
Menanggapi teriakan tersebut, Anies sendiri mengaku senang. Namun Anies menyatakan akan menuntaskan tugasnya sebagai Gubernur Jakarta terlebih dahulu. Baru setelah itu Anies akan memikirkan hal berikutnya.
"Saya senang dengan apresiasi teman-teman di sini dan itu apresiasi masyarakat Jakarta juga. Yang jelas saya tuntaskan dulu tugas saya di jakarta juga, yang jelas saya senang," ujar Anies usai mengisi ceramah di Masjid UGM.
Kala disinggung mengenai langkah yang akan diambil berikutnya, Anies enggan menjelaskan secara detail. Anies kembali menegaskan bahwa dirinya akan berfokus untuk menuntaskan pekerjaannya di Ibu Kota terlebih dahulu.
"Nanti sesudah Oktober-nya selesai. Kalau sekarang aku isih nyambut gawe (masih bekerja)," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut.
Sementara itu, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)menunjukkan bahwa pasangan Anies-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selalu menang dalam simulasi Capres-Cawapres 2024. Berdasarkan survei tersebut, pasangan Anies-AHY selalu unggul meski persentasenya tak berbeda jauh dengan pasangan lain.
Disinggung mengenai peluang mencalonkan diri dengan AHY di Pilpres 2024, Anies justru enggan berkomentar. Lagi-lagi, Anies hanya mengatakan bakal menuntaskan pekerjaannya di Jakarta.
"Ya kalau saya masih ngurusin Jakarta. Itu teman-teman survei yang pada bikin. Saya enggak komentar apa-apa dulu sekarang," tukasnya. "Yang penting Jakarta-nya pekerjaannya bisa tuntas tanggung jawabnya selesai dengan baik itu dulu."
Di sisi lain, Anies sempat berbicara mengenai pentingnya kesetaraan dalam membangun kota kala memberikan ceramah di Masjid UGM. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu menggunakan pendekatan gagasan sosiologis.
"Bangun infrastruktur dengan gagasan bukan hanya infrastruktur untuk infrastruktur. Tapi, infrastruktur untuk tujuan sosial, ada gagasan sosiologi di situ di balik (pembangunan) infrastruktur," terangnya.
Anies mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur di Jakarta saat ini menerapkan tiga hal. Yakni gagasan, narasi, dan karya.
"Kalau hanya karya saja tanpa narasi dan gagasan kita tidak bisa jelaskan mengapa ini dibangun. Jadi ada gagasan sosiologi, dan kemasyarakatan dan lalu tranportasi infrastruktur itu narasinya. Dan, hasilnya apa yang terjadi perasaan kesetaraan hidup," tukasnya.
(wk/Bert)