Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menyampaikan terima kasih kepada tim PMK Pemkot Surabaya dan kepolisian karena api bisa dikendalikan dalam 15 menit sehingga tidak ada efek yang lebih buruk.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 14 April 2022 - 14:44 WIB
WowKeren - Kebakaran sempat melanda Tunjungan Plaza (TP) 5 Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (13/4) sore. Menurut Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, sumber api berasal dari sirkuit AC.
"Kita klarifikasi musibah kemarin, bahwa sekitar menjelang magrib telah terjadi kebakaran di TP 5 yang asal apinya diduga dari lantai 10 rooftop TP 5. Yaitu dari short sirkuit AC yang mensuplai XXI (bioskop)," jelas Sutandi dalam konferensi pers pada Kamis.
Menurut Sutandi, material yang terbakar dan jatuh dari bangunan TP 5 adalah fasad ACP. "Api merambat cepat melewati ACP fasad keliling turun dan membuat fasad TP 5 banyak yang roboh sampai ke teras," paparnya.
Lebih lanjut, Sutandi juga menyatakan bahwa api tidak berasal dari dalam mal. Ia mengungkapkan bahwa tidak ada tenant yang terbakar dalam insiden tersebut.
"Tidak ada api yang berasal dari dalam mal. Dan tidak ada satupun tenant yang terkena dampak api. Justru yang terjadi api dari luar, yang berdampak ke fasadnya mal," paparnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. "Kami bersyukur gerak cepat tim PMK Pemkot dan kru Pakuwon Grup bersama kepolisian, api dalam 15 menit dikendalikan, bisa mengurangi efek lebih jauh," katanya.
Di sisi lain, pihak pemadam kebakaran sempat menduga bahwa sumber api diduga berasal dari tempat bermain anak-anak. "Sudah ketemu akhirnya, (sumber) api di permainan anak-anak di playground di lantai 4 di TP 5," ujar Kadis PMK Kota Surabaya, Dedik Irianto, dilansir detikJatim, Kamis (14/4).
Menurut dugaan awal, api menyala karena korsleting listrik. Kemudian api menjalar dengan cepat karena tempat permainan anak memiliki banyak barang yang terbuat dari plastik.
"Karena di tempat mainan anak-anak enggak ada kompor, ya korslet pastinya. Material permainan anak-anak itu dari plastik dan mudah terbakar," terangnya.
(wk/Bert)