Menteri Kehakiman Morgan Johansson mengatakan bahwa Rasmus Paludan yang memiliki kewarganegaraan ganda Denmark dan Swedia tampaknya memang membenci Swedia.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 21 April 2022 - 14:23 WIB
WowKeren - Pemerintah Swedia mencurigai adanya campur tangan pihak asing dalam kerusuhan yang diwarnai oleh kekerasan baru-baru ini. Banyak orang berlaku anarkis dengan melemparkan batu dan membakar mobil setelah Islamofobia sayap kanan mengumumkan rencana untuk mengadakan rapat umum anti-Muslim.
Pemimpin partai sayap kanan Stram Kurs (Garis Keras) Denmark Rasmus Paludan telah membakar salinan Quran di acara-acara di Denmark. Tak hanya itu, dia juga menghina Islam. Berita pun menyebar bahwa dia akan melakukan hal yang sama di Swedia sehingga memicu kemarahan.
Menteri Kehakiman Morgan Johansson mengatakan bahwa Paludan yang memiliki kewarganegaraan ganda Denmark dan Swedia tampaknya memang membenci Swedia. "Dan mencoba untuk menyakiti Swedia. Saya tidak mengerti kenapa”, ujarnya.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Swedia Aftonbladet, Johansson merujuk pada klaim online yang muncul awal tahun ini tentang lembaga layanan sosial Swedia yang diduga menculik anak-anak Muslim. Kementerian luar negeri sebelumnya pada Februari lalu memposting utas Twitter terkait "kampanye disinformasi".
Swedia memiliki badan khusus yang dibentuk untuk melawan informasi salah. Badan itu menyatakan jika tuduhan penculikan dapat dilacak ke situs berbahasa Arab yang penciptanya menyatakan dukungan untuk kelompok bersenjata ISIL (ISIS).
"Kami melihat bagaimana citra Swedia dibentuk oleh beberapa aktor ini di Timur Tengah," kata Johansson. "Ini juga ditangani oleh beberapa pemerintah di Irak dan di Iran."
Setelah kabar tentang rencana aksi Paludan mencapai Iran dan Uni Emirat Arab, pemerintah di Teheran dan Dubai memanggil diplomat Swedia untuk menyampaikan protes. Banyak orang ditangkap dalam kerusuhan tersebut.
Sebanyak 14 orang lainnya dan 26 petugas polisi terluka dalam kerusuhan tersebut. Kekerasan terbaru pecah pada Minggu malam di Malmo, kota terbesar ketiga di Swedia. Kerusuhan dan bentrokan kekerasan dilaporkan juga terjadi di beberapa kota Swedia lainnya. Tiga orang terluka di Norrkoping ketika polisi melepaskan tembakan peringatan. Pada Rabu (20/4) Perdana Menteri Magdalena Andersson mengunjungi Norrkoping dan Linkoping, kota lain yang mengalami kerusuhan.
(wk/zodi)