Pemandangan pertukaran surat di antara kedua pemimpin negara Korea itu disebut menjadi momen langka. Dengan begini, dapat disimpulkan bahwa hal tersebut baru pertama terjadi.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 22 April 2022 - 17:57 WIB
WowKeren - Hubungan di antara dua negara Korea hingga saat ini tampaknya belum sepenuhnya membaik. Meski demikian, belum lama ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Korea Selatan Moon Jae-in diketahui telah bertukar surat persahabatan.
Bertukarnya surat di antara kedua pemimpin negara Korea itu pun digambarkan media pemerintah Korea Utara sebagai momen berita positif yang langka bagi kedua negara.
Tidak hanya itu, Kantor Berita Pusat Korea, sebuah Kantor Berita Negara Korea Utara, melaporkan bahwa Moon mengirimi Kim surat awal pekan ini dan mengatakan pihaknya akan terus bekerja menuju penyatuan Korea setelah pensiun.
Sementara Kim, sebagai imbalannya, berterima kasih kepada Moon atas pekerjaannya yang mengatasnamakan "tujuan besar bangsa", kata laporan berita itu. Selain itu, Kim juga mengatakan bahwa upaya bersama mereka memberinya "harapan untuk masa depan" dan mengatakan bahwa ia berharap "hubungan antar-Korea akan meningkat".
Di sisi lain, Korea Selatan juga telah mengkonfirmasi bahwa kedua pemimpin negara Korea itu telah bertukar surat pada Jumat (22/4). Pertukaran surat ini terjadi pada saat yang menegangkan di semenanjung Korea karena citra satelit menunjukkan penggalian baru di lokasi uji coba nuklir di Punggye-ri, menunjukkan bahwa Pyongyang mungkin memperbarui aktivitas nuklir setelah menutup situs tersebut pada tahun 2018 lalu.
Sebagaimana diketahui, Korea Utara juga telah melakukan uji coba senjata taktis baru akhir pekan lalu, bertepatan dengan peringatan kelahiran pendiri Kim Il Sung dan, pada akhir Maret, melanggar moratorium empat tahun pengajuan rudal balistik internasional.
Sementara analis mengatakan mungkin ada lebih banyak pengujian sekitar 25 April ketika Pyongyang merayakan berdirinya Tentara Rakyat Korea. Di samping itu, Moon diketahui akan menyelesaikan masa jabatan lima tahunnya ketika Presiden terpilih Yoon Suk-yeol dari Partai Kekuatan Rakyat mulai menjabat pada 10 Mei mendatang.
Selama menjabat sebagai Presiden Korea Selatan, Moon telah menggunakannya untuk terlibat dengan Korea Utara dan bertemu Kim tiga kali yang belum pernah terjadi sebelumnya, selama masa kepresidenannya. Ia pun berupaya untuk mengakhiri ketegangan di antara kedua negara Korea itu.
(wk/tiar)