Mantan suami Mawar AFI, Steno Ricardo kini juga menginginkan hak asuh anak. Mawar lantas membongkar janji manis Steno yang mengaku bersedia ceraikan istrinya sekarang bila menyakiti anak-anaknya.
- Lailatul Maghfiroh
- Sabtu, 23 April 2022 - 12:56 WIB
WowKeren - Belum lama ini Mawar AFI dnegan tegas membantah tudingan dari mantan suaminya, Steno Ricardo yang menyebut dirinya menelantarkan sang buah hati. Tudingan tersebut diduga dibuat Steno agar ia bisa mendapatkan hak asuh anak.
"Beliau ingin membuktikan bahwa saya cacat, sebagai handdahnah, anak-anak saya yang masih mumayiz (dibawah 12 tahun). Saya dibilang nggak capable sebagai ibu kandungnya," kata Mawar AFI.
"Kalau saya yang seburuk yang beliau katakan di isi gugatan, kenapa pernikahan kami bisa bertahan 9 tahun, dengan 3 anak yang sehat, terdidik dan Insya Allah berakhlak dan berbudi pekerti yang baik," sambungnya.
Padahal Mawar mengaku bahwa setelah bercerai Steno tak pernah memberikan nafkah untuk anak-anaknya. Kendati demikian, Mawar pun kini rela kerja hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
"Pihak beliau berkata, video call saya dengan anak saya di jam 10 malam, adalah bukti saya lalai. Saat bercerai saya kembali bekerja. Kalau nggak, gimana bisa saya back up ketika bapak ngasih nafkah di tengah/akhir bulan dan jumlahnya tidak tentu," tegasnya.
Hingga kemudian Mawar membongkar chat dari Steno yang menuliskan janji manis agar bisa mendapatkan hak asuh anak. Salah satunya Steno mengaku bersedia menceraikan eks babysitter, Susi Latifah yang kini menjadi istri sahnya.
Steno pun menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan perasaan cintanya terhada sang buah hati. "Demi Allah aku cinta anak-anakku, gak akan ada yang bisa gantiin perasaan itu. Aku berjanji tidak akan ada yang menelantarkan kalian," imbuhnya.
"Demi Allah. Apabila istriku nanti marah, menyakiti, tidak memberikan kasih sayang kepada anak-anak kita, atau apapun yang membuat aku jauh dari mereka AKAN AKU CERAIKAN. Dan aku siap bikin surat pernyataan yang ditandatangani oleh dia," pungkasnya.
(wk/lail)