Dalam pertemuan dengan orang terkaya di dunia itu, Menko Luhut turut didampingi oleh pengusaha Pandu Sjahrir dan juga Dubes RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 26 April 2022 - 14:49 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menemui CEO Tesla Elon Musk di Gigafactory Texas, Amerika Serikat. Pertemuan tersebut dilakukan usai Twitter menerima tawaran Musk untuk membeli perusahaan tersebut senilai USD 44 miliar atau setara Rp 634 triliun.
Luhut sempat memberikan ucapan selamat kepada Musk yang berhasil membeli Twitter. Dalam pertemuan itu, Luhut turut didampingi oleh pengusahan Pandu Sjahrir dan juga Dubes RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani.
"Selamat, sukses atas transaksi Twitter," kata Luhut kepada Musk, dilansir Kumparan, Selasa (26/4).
Dalam unggahan Pandu Sjahrir, tampak Musk berjabat tangan dengan Pandu dan juga Luhut. Penampilan mereka pun menarik perhatian karena terlihat cukup kontras. Luhut dan Pandu tampak rapi mengenakan jas, sedangkan Musk yang merupakan orang terkaya di dunia tampak santai dengan hanya mengenakan kaos oblong hitam.
Selain penampilan yang cukup kontras, kemunculan permen Kopiko dalam pertemuan tersebut juga menarik perhatian. Dalam foto yang beredar, tampak Luhut dan Musk duduk berhadapan sambil memegang sebungkus permen kopi lokal milik Mayora tersebut.
Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani lantas mengatakan bahwa Kopiko ada di pertemuan tersebut karena permen tersebut dibawa astronot ke antariksa. Meski begitu, Rosan tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
"Karena Kopiko adalah permen yang dibawa astronot ke antariksa," ujarnya kepada detikcom.
Usai foto permen Kopiko di pertemuan Luhut dan Musk beredar, saham Mayora Indah atau MYOR langsung naik 4,91 persen atau 80,00 poin. Saat ini, harga sahamnya naik ke level Rp 1.710 per saham.
Di sisi lain, Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan tujuan dari pertemuan dengan Musk tersebut. Menurutnya, pertemuan itu bertujuan untuk meyakinkan Tesla dalam penjajakan kerjasama dengan Indonesia terkait penyediaan dan pemrosesan Nikel sebagai bahan baku Battery Cell yang berlandaskan Environment, Social dan Governance (ESG) yang baik dan berkelanjutan.
(wk/Bert)