Menurut laporan media pemerintah pada Kamis (5/5), wanita yang belum diketahui identitasnya itu merupakan korban ke-10 yang berhasil diselamatkan dari bencana runtuhnya bangunan di Changsha.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 05 Mei 2022 - 15:41 WIB
WowKeren - Seorang wanita berhasil ditemukan dalam kondisi hidup usai terjebak di puing-puing bangunan runtuh di kota Changsha, Tiongkok tengah, selama enam hari. Menurut laporan media pemerintah pada Kamis (5/5), wanita yang belum diketahui identitasnya itu merupakan korban ke-10 yang berhasil diselamatkan dari bencana runtuhnya bangunan di Changsha.
Ia diselamatkan pada Kamis dini hari, sekitar 132 jam setelah bagian belakang gedung enam lantai itu ambruk pada 29 April 2022 lalu. Menurut kantor berita Xinhua, wanita itu ditemukan dalam kondisi sadar dan bahkan sempat menyarankan cara menarik tubuhnya keluar tanpa menyebabkan cedera tambahan kepada tim penyelamat.
Adapun tim penyelamat telah menggunakan anjing dan peralatan tangan serta drone dan detektor kehidupan elektronik dalam mencari para korban. Setidaknya lima orang tewas dalam insiden bangunan ambruk ini, sedangkan jumlah korban yang masih hilang belum diketahui.
Sebagai informasi, bangunan yang ambruk tersebut terdiri dari hotel, apartemen, dan bioskop. Insiden itu meninggalkan lubang menganga di bagian depan jalan.
Sedikitnya sembilan orang telah ditangkap oleh polisi terkait insiden bangunan ambruk tersebut. Kepolisian Changsha mengatakan bahwa pemilik gedung dan tiga orang lainnya yang bertanggungjawab atas desain dan konstruksi ditangkap karena dicurigai "bertanggung jawab besar atas sebuah kecelakaan".
Sementara lima orang sisanya merupakan anggota perusahaan inspeksi gedung swasta. Mereka diduga memberikan aporan keselamatan palsu setelah melakukan audit keamanan gedung hotel tersebut.
Para pejabat mengatakan misi penyelamatan menghadapi banyak tantangan karena struktur puing-puing sangat tidak stabil dan menimbulkan ancaman bagi semua orang yang terlibat. Li Kai, kepala insinyur dari China Construction Fifth Engineering Division Corp, mengatakan bahwa metode kerja dalam fase operasi penyelamatan saat ini adalah untuk mengkonfirmasi tanda-tanda kehidupan di setiap lantai.
"Operasi pencarian dan penyelamatan telah dilakukan secara manual untuk mencegah kerusakan sekunder yang mungkin terjadi pada calon penyintas," kata Li dalam konferensi pers hari ini. "Begitu tanda-tanda kehidupan terdeteksi, kami akan menangguhkan pencarian dan mengerahkan semua upaya kami untuk mengekstraksi korban."
(wk/Bert)