Polisi berhasil menangkap pria dalam video viral yang menginjak Al Quran di Sukabumi, Jawa Barat. Terungkap bahwa video itu ternyata dibuat pada tahun 2020 lalu.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 05 Mei 2022 - 17:20 WIB
WowKeren - Polisi menangkap seorang pria di Sukabumi berinisial DE terkait video viral yang menampilkan dirinya menginjak Alquran dan menantang umat Islam. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan saat ini DE tengah menjalani pemeriksaan intensif.
"Iya saat ini sudah diamankan di Polres dan sedang didalami," ujar Kombes Ibrahim Tompo, Kamis (5/5).
Sebelumnya diketahui bahwa sebuah video yang memperlihatkan seorang pria tengah menginjak Al Quran dan menantang umat Islam viral di jejaring media sosial. Video viral pria injak Al Quran itu pun sontak membangkitkan amarah umat Islam.
Tompo menjelaskan berdasarkan pemeriksaan awal, aksi menginjak Alquran itu merupakan perbuatan pribadi DE. Tompo menyebut aksi itu dilakukan oleh DE pada tahun 2020 silam dan videonya tersimpan dalam handphone miliknya.
Video itu kemudian diunggah ke media sosial oleh istri DE. Istri DE rupanya saat itu sedang kesal karena terjadi pertengkaran antara keduanya. Video itupun menjadi viral di media sosial.
"Di-upload oleh istrinya pada April 2022 karena bertengkar," ungkap Kombes Ibrahim Tompo.
Sebelumnya, di media sosial beredar video berdurasi 14 detik. Dalam video itu, seorang pria mengenakan kaus dan celana biru menarasikan dirinya menantang seluruh umat Islam dan dilanjutkan dengan menginjak Alquran.
"Saya tantang semua yang beragama muslim," pungaks si pria dalam video yang beredar.
Sementara itu, melansir Suara.com, pria dalam video itu merupakan warga Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Merespon hal itu, Kepala Seksi Pembangunan Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Geri Juhaeri, mengatakan pria dalam video itu sudah lima tahun tidak tinggal di wilayahnya dan secara administrasi telah pindah ke Cianjur pada 2021.
Meski begitu Geri mengaku cukup mengenal orangtua pria tersebut karena masih tinggal di Dayeuhluhur. Menurut Geri, pria itu memang dikenal kurang pandai bergaul. "Kalau pulang pun tidak pernah kumpul bareng anak-anak di sini," ungkap Geri.
"Kejadian (video menginjak Al Quran) sudah penistaan agama, bahkan menantang dalam keadaan sadar. Bukan hanya ormas, orang jauh maupun dekat pun geram, namun kami percayakan ke polisi," pungkas Geri.
(wk/amel)