Ada 15 Kasus Suspek Hepatitis Akut di RI, Menkes Ungkap Cara Penularan Virus
AFP/Aditya Aji
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin lantas meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan, salah satunya dengan menjaga kebersihan diri.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa saat ini tercatat ada 15 kasus suspek Hepatitis Akut. Diketahui tiga pasien anak di Jakarta bulan lalu telah dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi penyakit misterius tersebut.

"Tanggal 27 April itu kita sudah langsung mengeluarkan surat edaran agar semua rumah sakit dan dinas kesehatan melakukan surveillance monitoring terhadap kasus ini," ujar Menkes Budi usai mengikuti rapat yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Senin (9/5).

Menkes Budi lantas meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan, salah satunya dengan menjaga kebersihan diri. Pasalnya, tutur Menkes Budi, virus tersebut menular melalui asupan makanan yang masuk ke mulut.

"Virus ini menularnya lewat asupan makanan yang lewat mulut, jadi kalau bisa rajin cuci tangan saja supaya kita pastikan yang masuk ke anak- anak kita, kan ini menyerang banyak di bawah 16 tahun lebih banyak lagi di bawah 5 tahun, itu bersih," jelas Menkes Budi.


Lebih lanjut, Menkes Budi menjelaskan bahwa gejala awal penyakit Hepatitis Akut yang umum dilaporkan adalah mual, muntah, sakit perut, diare, dan kadang disertai demam ringan. Gejala kemudian akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh hingga buang air besar berwarna putih pucat.

Oleh sebab itu, orangtua diminta untuk segera memeriksakan anak mereka yang mengalami gejala tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat. "Kalau dia buang air besar dan kemudian mulai ada demam nah itu dicek SGPT- SGOT-nya. Kalau sudah di atas 100, lebih baik di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat. SGPT-SGOT normalnya di level 30-an, kalau sudah naik agak tinggi sebaiknya di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat," paparnya.

Menurut Menkes Budi, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerikat Serikat alias CDC untuk memperoleh informasi mengenai penyakit ini. INdonesia juga berkomunikasi dengan pemerintah Inggris.

"Memang kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang seratus persen menyebabkan adanya penyakit hepatitis akut ini. Sekarang penelitian sedang dilakukan bersama-sama oleh Indonesia, bekerja sama dengan WHO dan juga kita bekerja sama dengan Amerika dan Inggris, untuk bisa mendeteksi secara cepat penyebab penyakit ini," tukasnya. "Kemungkinan besar adalah adenovirus strain 41, tapi ada juga banyak kasus yang tidak ada adenovirus strain 41 ini."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts