Hepatitis Misterius Mengancam Anak-anak, Kemendikbud Belum Ada Rencana Hentikan PTM?
ambon.go.id
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Dirjen PAUD, Dikdasmen Kemendikbud menyebut tak ada rencana menghentikan PTM terkait ancaman hepatitis misterius. Meski begitu, pihaknya telah berkonsultasi dengan Kemenkes.

WowKeren - Penyakit hepatitis misterius mengincar keselamatan anak-anak di Indonesia. Setidaknya ada 3 anak di Indonesia yang meninggal dunia akibat hepatitis misterius tersebut.

Meski begitu, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Ristek Jumeri menyatakan pihaknya belum memiliki rencana menghentikan proses pembelajaran tatap muka (PTM) terkait peristiwa tersebut. "Tidak ada rencana [penghentian PTM]," ujar Jumeri pada Selasa (10/5), melansir Cnnindonesia.com.

Akan tetapi, Jumeri mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait temuan penyakit tersebut. Setelah konsultasi tersebut, Jumeri menyebut pihaknya telah meminta agar satuan pendidikan lebih menguatkan protokol kesehatan bagi peserta didiknya seperti yang telah dilakukan selama pandemi COVID-19.

"Itu sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang pembelajaran selama pandemi Covid," ungkap Jumeri.


Diketahui bahwa pemerintah telah menerbitkan SKB Mendikbudristek, Menag, Menkes dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Aturan itu mengatur pembukaan sekolah berdasarkan indikator kesehatan daerah dan level PPKM.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya diketahui juga telah mengumumkan soal 15 kasus suspek hepatitis akut misterius yang sudah ditemukan di Indonesia sejak 27 April 2022. Kasus hepatitis misterius ini menunjukkan gejala mirip penyakit kuning. Termasuk pada area mata maupun badan serta kondisi pasien hilang sadar.

Pihak Kemenkes belum bisa memastikan virus apa yang menyebabkan hepatitis akut tersebut. Namun kemungkinan besar adalah Adenovirus 41 tapi ada juga banyak kasus yang tak ada Adenovirus 41 tersebut.

Meski begitu, Menkes Budi menyebut bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerikat Serikat alias CDC untuk memperoleh informasi mengenai penyakit ini. Indonesia juga berkomunikasi dengan pemerintah Inggris.

"Memang kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang seratus persen menyebabkan adanya penyakit hepatitis akut ini. Sekarang penelitian sedang dilakukan bersama-sama oleh Indonesia, bekerja sama dengan WHO dan juga kita bekerja sama dengan Amerika dan Inggris, untuk bisa mendeteksi secara cepat penyebab penyakit ini," pungkasnya.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts