Saat Cuaca Makin Panas Akibat Global Warming, Ancaman Kebakaran Hutan Juga Mengintai
Unsplash/Matt Palmer
Nasional

Ancaman berbagai dampak pemanasan global alias global warming tampaknya semakin nyata. Salah satunya soal ancaman kebakaran hutan yang rentan terjadi di Indonesia.

WowKeren - Panas yang lebih menyengat dari biasanya telah dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia beberapa hari belakangan ini. BMKG pun menegaskan bahwa cuaca panas yang tengah terjadi tersebut bukan merupakan fenomen gelombang panas alias heatwave.

Seperti diketahui, kondisi bumi memang semakin panas dari waktu ke waktu akibat efek rumah kaca karena pemanasan global. Tapi kini pemanasan global agaknya menjadi ancaman baru setelah pandemi COVID-19. Cuaca dan suhu udara menjadi kian panas yang berisiko tinggi memicu terjadinya kebakaran hutan, hingga mengancam sektor perekonomian.

Hal itu diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia bahkan menyebut bahwa Asia Tenggara merupakan salah satu daerah yang berisiko tinggi terhadap pemanasan global.

"Climate economic index itu juga menunjukan, Indonesia adalah yang sangat rentan masuk dalam musim kemarau nanti. Risiko kebakaran hutan kembali mengintip ataupun perlu kita waspadai," ujarnya dalam Green Economy Indonesia Summit 2022, Rabu (11/5).

Sementara itu, Airlangga menyebut bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga sudah melakukan berbagai persiapan dan antisipasi. Terutama kesiapan untuk menghadapi risiko kebakaran hutan.


"Sebetulnya ini sama seperti menghadapi pandemi. Jadi kita sebetulnya punya tentara untuk kebakaran hutan, dan juga punya tentara untuk penanganan pandemi. Ini kan satu hal sama yang dilakukan," beber Airlangga.

Dalam kesempatan itu, Airlangga pun turut menyampaikan imbauan dan peringatan agar masyarakat semakin meningkatkan kesadaran asoal dampak perubahan iklim yang harus terus dijaga, baik dari segi kesiapan maupun pendanaan.

"Sebelumnya juga kita tahu, dunia enggak punya pemadam kebakaran di tahun 1930an. Tapi dengan risiko yang ada, sekarang seluruhnya punya pemadam kebakaran," pungkas Menko Airlangga.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan bahwa suhu panas atau terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus menjaga stamina tubuh.

"BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh terutama bagi warga yang beraktifitas di luar ruangan pada siang hari dan juga kepada warga yang akan melaksanakan perjalanan mudik atau mudik balik supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya," pungkas Guswanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/5).

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait