Sebuah studi menunjukkan sekitar sepertiga dari informasi nutrisi kanker di Pinterest menyesatkan. Informasi-informasi itu diposting oleh pelaku bisnis yang mencoba menjual produk.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 11 Mei 2022 - 15:56 WIB
WowKeren - Media sosial menjadi salah satu tempat untuk mencari informasi terkini. Namun sayangnya, tak semuanya adalah informasi yang bisa dipertanggungjawabkan sehingga pengguna media sosial perlu bersikap kritis terhadap informasi atau rujukan yang ditemukan secara online.
Sebuah studi terbaru menunjukkan jika sekitar sepertiga dari informasi nutrisi kanker di situs media sosial Pinterest menyesatkan. Adapun informasi-informasi itu diposting oleh bisnis yang mencoba menjual produk.
Rekan penulis studi Tracy Crane, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Miami Miller mengatakan jika sebagian informasi yang salah adalah terkait nutrisi untuk kanker. Dia menyebut ada banyak klaim kesehatan yang belum tentu valid.
"Hasil kami mengungkapkan sejumlah besar informasi yang salah tentang kanker dan nutrisi," ujarnya. "Ada banyak klaim kesehatan yang belum tentu valid atau berasal dari sumber yang dapat dipercaya."
Crane dan rekannya menelusuri Pinterest menggunakan istilah seperti "resep kanker" atau "nutrisi kanker," untuk meniru pertanyaan yang dibuat oleh pasien kanker. Hampir setengah dari tanggapan terhadap pencarian mereka ada di situs "untuk mencari keuntungan".
Tak hanya itu, mereka juga menemukan ada banyak klaim kesehatan menampilkan istilah-istilah seperti anti-kanker, melawan kanker atau penghilang kanker. Banyak postingan yang melebih-lebihkan kemampuan makanan dan/atau suplemen untuk menyembuhkan kanker.
"Sekitar 33 persen dari waktu kami mengunjungi Pinterest, seseorang mencoba menjual sesuatu yang diklaim sebagai anti-kanker atau pembunuh sel kanker kepada kami," kata Crane. "Klaim kesehatan ini mungkin benar atau mungkin tidak."
Bahkan ada satu postingan yang mengklaim bahwa pasien kanker terminal telah membalikkan penyakit dengan makanan anti-angiogenik, yang hampir pasti salah, menurut penulis. "Jika mencoba menempatkan diri Anda pada posisi pasien kanker lalu melihat kata kunci di sekitar produk ini dan mungkin secara otomatis cenderung untuk membelinya," paparnya.
Postingan menargetkan pasien dan perawat, dan banyak yang berfokus pada kanker payudara. Hanya sekitar 18 persen poster yang mencantumkan kualifikasi terkait kesehatan. Dia mengatakan penyedia layanan kesehatan perlu mengidentifikasi cara terbaik untuk membantu pasien menentukan apakah informasi online dapat diandalkan.
(wk/zodi)