Pasien COVID-19 Tinggal 2 Orang, Wisma Atlet Tetap Berjaga-Jaga Pasca Mudik dan Lebaran
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Saat ini hanya ada satu tower yang difungsikan sebagai tempat rawat inap pasien COVID-19, yakni Tower 6. Adapun Tower 5 dan Tower 7 sudah tidak digunakan untuk sementara.

WowKeren - Jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat tinggal tersisa dua orang per Rabu (11/5) hari ini. Jumlah pasien COVID-19 di Wisma Atlet bahkan sempat hanya satu orang pada Selasa (10/5) kemarin.

"Bertambah satu orang menjadi dua pasien," ungkap epala Humas RSDC Wisma Atlet Mintoro Sumego kepada Kompas.com, Rabu.

Menurut Mintoro, hingga saat ini belum ada arahan dari pemerintah untuk menutup Wisma Atlet. RSDC sendiri disebutnya masih harus berjaga-jaga selama pandemi karena karakteristik penyebaran kasus COVID-19 sangat fluktuatif.

"Sesuai arahan pimpinan, masih belum ada rencana penutupan karena kita masih harus standby 14 hari ke depan setelah mudik dan Lebaran," jelasnya dilansir CNN Indonesia.

Saat ini hanya ada satu tower yang difungsikan sebagai tempat rawat inap pasien COVID-19, yakni Tower 6. Adapun Tower 5 dan Tower 7 sudah tidak digunakan untuk sementara, sedangkan Tower 4 difungsikan untuk tempat karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri alias PPLN yang belum menerima dosis vaksin COVID-19 sama sekali atau baru mendapat dosis pertama.



"Pokoknya kita fleksibel sekali ya. Kalau memang melonjak kita sudah siap, tapi mudah-mudahan tidak ada lonjakan. Kalau terjadi lonjakan, malah tower lain akan kami operasikan kembali," jelasnya.

Di sisi lain, DKI Jakarta mencatat jumlah kumulatif 1.248.572 kasus COVID-19 per 10 Mei. Menurut Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, ada sejumlah upaya untuk mencegah penularan COVID-19 pasca libur Lebaran.

"Menyikapi libur panjang kami selalu melakukan beberapa langkah-langkah, pertama sosialisasi (protokol kesehatan) kami terus laksanakan," terangnya, Selasa (10/5) malam.

Kemudian yang kedua adalah pengetatan pengawasan dan monitoring kasus COVID-19 pasca libur panjang. Lalu fasilitas kesehatan juga disiapkan sehingga jika terjadi lonjakan kasus semua sudah siap.

"Yang paling penting kembali ke masyarakat itu sendiri, harus melaksanakan prokes ketat, disiplin dan bertanggung jawab," pungkasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts