Seniman Filipina memakai media tak lazim berupa kecoa untuk menuangkan karyanya. Tak hanya pujian, aksi seniman itu rupanya juga mendapat kritik dari sejumlah pihak.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 11 Mei 2022 - 21:48 WIB
WowKeren - Kreativitas seorang seniman memang tak jarang bisa disampaikan lewat beragam media. Termasuk media yang tak lazin sekalipun. Seperti yang dilakukan salah satu seniman asal Filipina ini. Ia memakai media yang tak lazin dan sedikit menakutkan sebagai media untuk menorehkan kuasnya.
Sudah jadi rahasia umum jika banyak orang yang merasa ngeri saat melihat kecoak terbang. Namun bagi seniman Filipina bernama Brenda Delgado ini, sayap serangga yang mengkilap dan mulus itu malah cocok digunakan sebagai media lukisannya. Brenda Delgado pun telah melukis ulang sejumlah lukisan ternama dengan media kecoa sebagai kanvasnya.
Sejak saat itu, penduduk Caloocan City, Manila yang berusia 30 tahun itu melukis "Starry Night" karya Van Gogh atau "Girl With a Pearl Earrin" milik Vermeer. Brenda Delgado melukis kecoa tersebut dengan cat minyak di permukaannya yang mungil dan menarik perhatian pengguna media sosial.
Melansir Todayonline.com, Brenda Delgado dikatakan mendapat ide untuk melukis kecoak setelah dia menemukan serangga mati di tempat kerjanya. Hal itu seperti ang dilaporkan Oddity Central. akan tetapi masih tidak jelas tentang bagaimana Brenda Delgado merawat kecoak itu setelah dilukis, Apakah Delgado merawat kecoak setelah melukis di atasnya dan apa yang terjadi setelah dia menyelesaikan pekerjaannya.
Alhasil, aksi Brenda melukis kecoa ini pun sempat memicu kritik dan pro kontra. Sementara artis itu mendorong batas artistiknya, yang lain meprotesnya dan menuduhnya melakukan kekejaman terhadap hewan. Aksi seniman asal Filipina itu pun sukses menuai kontroversi.
Seorang pengguna media sosial mengatakan bahwa mereka tidak akan menghargai orang yang melukis di tubuh mereka saat mereka terbaring sekarat di ranjang rumah sakit. Sementara pengguna lain menuduh Delgado karena kurangnya empati.
“Kalau kecoa itu sudah mati, biarlah tapi sepertinya keras dan kejam. Banyak bicara tentang (kurangnya) empati artis,”pungkas pengguna sosial media tersebut.
(wk/amel)