Kapolda Sumbar Klaim Semua Anggota NII di Sumatera Barat Sudah Cabut Baiat, Sempat Mengultimatum
Nasional

Sebelumnya, Densus Antiteror 88 Polri telah berhasil meringkus 16 orang tersangka teroris yang terindikasi tergabung dalam NII Sumbar. Kini polisi berhasil mencabut baiat seluruh anggota NII Sumbar.

WowKeren - Isu terorisme di Indonesia hingga saat ini masih terus diusut oleh pihak berwenang. Adapun salah satu kelompok yang diduga merupakan teroris di Indonesia adalah Negara Islam Indonesia (NII).

Sementara itu, polisi mengatakan bahwa seluruh warga Sumatera Barat yang terindikasi terpapar aliran NII telah mencabut baiat atau sumpah setia dari organisasi tersebut dan mengakui pemerintah Indonesia yang sah. Dalam hal ini, Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa mengaku sempat mengultimatum mereka.

"Tenggang waktu yang saya berikan sampai 20 Mei, Alhamdulillah sebelum sampai 20 Mei (2022), seluruhnya telah cabut baiat," ujar Teddy dalam prosesi cabut baiat massal jilid III di kantor Bupati Lima Puluh Kota, Kamis (12/5).

Lebih lanjut, Teddy mengatakan ada sekitar 1.157 anggota NII di Sumatera Barat. Jumlah ini disebut bertambah 32 orang dari sebelumnya. Adapun 391 anggota NII di antaranya berada di Kabupaten Dharmasraya, dan 518 orang di Kabupaten Tanah Datar. Lalu 225 orang tidak dijelaskan secara rinci asal daerahnya.



Teddy menambahkan dari 1.157 anggota NII, sebanyak 1.135 telah mencabut baiat. Sementara ada 16 di antaranya yang diproses hukum hingga menjadi tersangka, sementara 7 lainnya meninggal dunia.

Kemudian Teddy menyebut bahwa anggota NII yang telah mencabut baiat itu tak luput dari bantuan sejumlah lembaga terkait. Ia pun mengapresiasi para anggota NII yang telah mencabut baiat.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya seluruh anggota NII yang telah sadar tanpa dipaksa paksa menyatakan setianya kepada NKRI," tutup Teddy.

Sebagaimana diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sebelumnya telah mengungkapkan bahwa salah satu agenda NII adalah melengserkan pemerintah sebelum Pemilu 2024 berlangsung. Hal ini berhasil diungkap dari hasil pemeriksaan dan pengembangan 16 tersangka teroris yang ditangkap di Sumbar pada Maret lalu.

Pada 18 April 2022 lalu, Kabagbanops Densus 88 Kombes Aswin Siregar menyebut NII Sumbar memiliki rencana, termasuk serangan teror yang diawali dengan mempersiapkan senjata tajam (disebut golok) dan juga mencari para pandai besi.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts