Warga Luwu Utara sampai mengaku ingin pindah wilayah administratif dari Sulsel ke Sulteng karena kesal dengan akses jalan yang rusak. Gubernur Sulsel pun ikut memberi tanggapan atas protes tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 13 Mei 2022 - 18:53 WIB
WowKeren - Warga Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara,Sulawesi Selatan (Sulsel) tampaknya sudah lelah dan kesal dengan kondisi akses jalan di daerah mereka yang rusak. Bahkan mereka sampai ingin pindah provinsi ke Sulawesi Tengah (Sulteng). Bahkan, warga berencana akan menyurati Presiden Joko Widodo agar daerah tersebut secara administratif masuk ke Sulawesi Tengah.
Minimnya perhatian pemerintah membuat sejumlah warga memperbaiki jalan yang menghubungkan daerahnya ke Kecamatan Lore (Bada), Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Perbaikan sepanjang 36 kilometer itu diperbaiki secara swadaya mulai Senin (2/5) hingga Jumat (6/5).
Tokoh pemuda Rampi, Bangsi Bati, mengatakan jarak kecamatannya relatif lebih dekat ke Lore, Poso, ketimbang pusat Kabupaten Luwu Utara di Masamba. Jarak dari Rampi ke Lore hanya 36 kilometer, sedangkan menuju Masamba jaraknya mencapai 80 kilometer.
Selain itu, warga Rampi juga kecewa dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang tidak kunjung memperbaiki ruas jalan di kecamatan itu. Padahal, janji perbaikan jalan sudah sering disampaikan setiap kampanye jelang Pilkada atau pejabat datang berkunjung.
"Kami diberi harapan palsu selama puluhan tahun, kami sudah sangat kecewa dengan pemerintah, sebab janji yang sudah beberapa kali disampaikan tidak pernah direalisasikan sampai saat ini," ujar Bangsi, Kamis (12/5).
"Jika pemerintah daerah dari tahun ke tahun hanya bisa berjanji tanpa bukti, maka masyarakat Rampi berkomitmen akan melakukan langkah konkrit bersurat ke Presiden Republik Indonesia dengan beralih pemerintahan ke Sulawesi Tengah," lanjutnya.
Senada dengan Bangsi, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (IPMR) Ramon Dasinga merasa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak meratakan pembangunan hingga ke daerahnya. Akibatnya, laju perekonomian di Rampi tertinggal dan warganya miskin.
"Dikarenakan kurangnya perhatian Pemkab Luwu Utara dan Pemda Provinsi Sulawesi Selatan terhadap masyarakat Rampi dari segi pembangunan jalan penghubung Kecamatan Rampi dengan Masamba,” ujar Ramon.
Kabar itu pun sampai pada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Andi kemudian menyinggung balik warga Rampi. Andi malah menantang agar warga yang ingin pindah administratif tersebut untuk sekalian keluar dari Indonesia.
"Seperti di Rampi, saya sampaikan di Luwu Utara tadi, katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan ini, kenapa nda keluar sekalian dari Indonesia gitu kan," ungkap pada peringatan HUT ke-19 Kabupaten Luwu Timur, Kamis (12/5).
"Bukan kita tidak mau membangun nda, kenapa panjangnya kita tentu bertahap, kemampuan keuangan wilayah ini tidak sekuat yang kita pikirkan, kalau kali kalinya itu ke Rampi itu sekitar 80 kilo saya sudah cek, kita kasi anggaran ke teman-teman TNI saja untuk buka akses saja," pungkasnya.
(wk/amel)