Disiarkan Langsung, Seorang Pemuda 18 Tahun Layangkan Tembakan di Supermarket Buffalo AS
Pixabay
Dunia

Lagi-lagi kasus rasisme yang ada di Amerika Serikat mengkhawatirkan publik karena kejadian tidak terduga. Dilaporkan bahwa seorang pemuda 18 tahun bernama Payton Gendron menyiarkan aksi kejinya menembak 11 orang korban.

WowKeren - Dilaporkan bahwa seorang remaja bernama Payton Gendron berusia 18 tahun dengan pakaian bergaya militer melayangkan tembakan dengan senapan di sebuah supermarket di Buffalo, New York. Dalam penembakan, pihak berwenang menyebut itu sebagai kejahatan kebencian dan ekstremisme kekerasan bermotivasi rasis.

Aksi penembakan tersebut menewaskan 10 orang dan melukai tiga lainnya sebelum menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu sore (14/5). Pejabat polisi mengatakan remaja berusia 18 tahun yang berkulit putih, mengenakan pelindung tubuh dan pakaian gaya militer ketika dia berhenti dan mulai menembaki sekitar pukul 14:30. Serangan itu dialirkan melalui kamera yang dipasang di helm pria itu.

"Dia keluar dari kendaraannya. Dia bersenjata sangat berat. Dia memiliki perlengkapan taktis. Dia memakai helm taktis. Dia memiliki kamera yang menyiarkan langsung apa yang dia lakukan," ungkap komisaris polisi kota, Joseph Gramaglia, mengatakan pada konferensi pers.

Menurut Associated Press, penembakan itu disiarkan langsung di platform streaming Twitch setidaknya selama dua menit sebelum layanan mengakhiri transmisinya. Gramaglia mengatakan pria bersenjata itu awalnya menembak empat orang di luar toko, tiga orang tewas.

Video itu menunjukkan pria bersenjata itu, mengenakan perlengkapan militer, menarik ke depan toko dengan senapan di kursi depan, dan kemudian mengarahkan senapan ke orang-orang di tempat parkir saat dia keluar dari kendaraan, dan melepaskan tembakan.

Di dalam toko, seorang penjaga keamanan yang merupakan pensiunan polisi Buffalo melepaskan tembakan ke arah pria bersenjata itu dan mengenainya. Akan tetapi, peluru itu mengenai rompi antipeluru pria bersenjata itu dan tidak berpengaruh, tambah Gramaglia. Komisaris mengatakan pria bersenjata itu kemudian membunuh penjaga keamanan.



Polisi Buffalo mengatakan kepada berita TV lokal bahwa secara keseluruhan, 13 orang tertembak. Sebelas korban berkulit hitam, dua berkulit putih. Empat dari korban adalah karyawan toko, kata pihak berwenang.

Gramaglia mengatakan polisi Buffalo memasuki toko dan menghadapi pria bersenjata itu di ruang depan. "Saat itu tersangka menodongkan pistol ke lehernya sendiri. Personel polisi Buffalo dua petugas patroli membujuk tersangka untuk menjatuhkan senjata. Dia menjatuhkan pistol, melepas beberapa perlengkapan taktisnya, menyerah pada saat itu. Dan dia dibawa ke luar, dimasukkan ke dalam mobil polisi," katanya.

"Ini adalah mimpi buruk terburuk yang dapat dihadapi komunitas mana pun, dan kami terluka dan kami mendidih sekarang. Kedalaman rasa sakit yang dirasakan keluarga dan yang kita semua rasakan saat ini bahkan tidak dapat dijelaskan," ungkap Walikota Buffalo, Byron Brown.

"Ini benar-benar kejahatan. Itu adalah kejahatan kebencian bermotivasi rasial dari seseorang di luar komunitas kami, di luar kota tetangga yang baik datang ke komunitas kami dan mencoba untuk menimbulkan kejahatan itu kepada kami," ujar Sheriff county Erie, John Garcia turut memberi keterangan.

Seorang juru bicara pusat medis daerah Erie (ECMC) mengatakan mereka merawat tiga orang yang selamat, yang saat ini dalam kondisi stabil. Terduga pria bersenjata itu diidentifikasi sebagai Payton Gendron dari Conklin yang berusia 18 tahun, sebuah komunitas sekitar 200 mil (320km) tenggara Buffalo di negara bagian New York.

Sementara itu, Gendron didakwa di pengadilan pada Sabtu malam atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan diperintahkan untuk ditahan tanpa jaminan. Sidang pengadilan lainnya dijadwalkan minggu depan. Penjaga keamanan yang tewas itu kemudian diidentifikasi sebagai Aaron Salter Jr. Polisi belum secara terbuka mengidentifikasi korban lainnya.

(wk/taki)


You can share this post!