Umat Buddha Peringati Detik-Detik Waisak Hingga Bagikan Sembako Untuk Warga di Borobudur
Unsplash/Alain Bonnardeaux
Nasional

Detik-detik Waisak ditandai dengan pemukulan gon sebanyak tiga kali dan kemudian dilanjutkan dengan pemanjatan doa oleh masing-masing majelis agama Buddha.

WowKeren - Umat Buddha bersama para biksu kembali melakukan detik-detik Tri Suci Waisak di depan altar halaman Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (16/5) siang ini. Umat Buddha yang dipimpin oleh Biksu Dutavira Mahasthavira mengikuti detik-detik Waisak di tengah terik matahari.

Detik-detik Waisak ditandai dengan pemukulan gon sebanyak tiga kali dan kemudian dilanjutkan dengan pemanjatan doa oleh masing-masing majelis agama Buddha. Adapun tema Waisak 2566 BE adalah "Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan Sejati".

"Maksudnya adalah kehidupan yang berbagai ragam yang dipenuhi pandangan keliru dengan mempertuan ego sehingga manusia selalu terjebak dalam pertengkaran," jelas Ketua Umum Walubi S. Hartati Murdaya. "Manusia perlu merasakan nikmatnya hidup penuh kesabaran dan memperoleh kekuatan kebijaksanaan yang berguna bagi orang lain, berwelas asih, menjadi orang yang berguna dengan kekuatan kesadaran dan kekuatan kebijaksanaan menjadi kekuatan memperoleh pencerahan damai."

Sementara itu, Walubi bermitra dengan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) dalam melaksanakan upacara Waisak bersama-sama di Candi Borobudur. Ketua Umum Permabudhi, Philip K Widjaja, lantas menyatakan bahwa Waisak tahun ini diadakan usai pandemi COVID-19 yang panjang dan umat Buddha bisa kembali berjumpa di Candi Borobudur yang megah.



"Walubi telah kerja keras untuk mewujudkan acara ini dan mengajak Permabudhi bersama-sama untuk bisa menikmati keceriaan Waisak, menikmati kebahagiaan Waisak," katanya.

Selain melakukan detik-detik Waisak, umat Buddha juga melakukan pembagian sembako kepada ribuan warga di sekitar Candi Borobudur dan Mendut. Menurut Plt Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama, Nyoman Suriadarma, bakti sosial merupakan salah satu kegiatan perayaan Waisak selain proses peribadatan.

"Bhakti sosial menjadi bagian dalam implementasi nilai keagamaan Buddha. Sebagai sesama, perlu terus meningkatkan dan mengembangkan kepedulian dalam membangun kebersamaan," ujar Nyoman, Senin.

Menurutnya, masyarakat kini masih belum lepas seluruhnya dari cengkeraman pandemi COVID-19. Oleh sebab itu, ia menilai kepedulian sesama menjadi bagian dalam saling menguatkan.

"Termasuk dengan tidak menghilangkan kewaspadaan serta selalu menerapkan protokol kesehatan agar kita semua terbebas dari segala penyakit," paparnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts