Dukun Wanita di Jeneponto Dianiaya Warga Usai Ada 2 Pasien Meninggal, Rumah Ikut Dirusak
Pixabay
Nasional

Rumah seorang wanita di Jeneponto, Sulawesi Selatan, rusak akibat aksi anarkis massa warga sekitar. Wanita yang disebut berprofesi sebagai dukun itu pun juga turut mengalami penganiayaan.

WowKeren - Praktik perdukunan tak bisa dipungkiri masih marak dilakukan dipercayai oleh masyarakat Indonesia. Tak jarang isu tentang perdukunan juga memicu aksi anarkis dari warga. Seperti yang dialami seorang perempuan di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan ini.

Rumah perempuan berinisial E (39) di Jeneponto, Sulsel itu dirusak puluhan orang pada Senin (16/5). Bahkan E yan diduga berprofesi sebagai dukun juga dikabarkan ikut dianiaya oleh massa. Perusakan rumah itu sendiri rupanya dipicu karena ada pasangan suami istri yang meninggal dunia setelah menjadi pasien E.

"Perempuan inisial E ini melakukan praktik perdukunan di rumahnya, lalu ada pasangan suami istri yang meninggal setelah ditangani oleh E," ungkap Kasat Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Nasaruddin, Senin (16/5) malam.

Nasaruddin memaparkan, kasus ini bermula saat seorang warga, Samani (58) dibawa oleh anaknya sendiri ke rumah E dengan maksud ingin berobat pada 14 Mei lalu. Namun, saat pasien baru tiba di depan rumah E tiba-tiba muntah darah dan meninggal dunia. Apalagi istri Samani juga meninggal dunia menyusul sang suami.

"Jadi belum masuk di rumah E, kemudian muntah darah lalu meninggal. Kemudian tadi pagi istri almarhum, Bulaeng (58) meninggal juga di puskesmas setelah dirawat karena mengeluh sakit di bagian perut," jelasnya.



Pihak keluarga dan kerabat almarhum pun menduga penyebab kematian pasangan suami istri itu terkait praktik perdukunan yang dilakukan E. Massa kemudian mendatangi rumahnya, lalu merusak serta menganiaya E.

"Jadi pihak keluarga almarhum menganggap bahwa kedua orang itu meninggal dunia disebabkan oleh dukun tersebut, sehingga dengan spontan mereka mendatangi rumah dukun dan melakukan perusakan dan penganiayaan," terangnya.

Akibat kejadian itu, rumah korban mengalami rusak di bagian depan dan dalam. Sementara, korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

"Saat ini, korban telah mendapatkan perawatan medis. Petugas juga sampai saat ini masih melakukan penjagaan ketat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Binamu, Iptu Baharuddin mengatakan pihaknya belum mengetahui motif perusakan rumah E. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Baharuddin membenarkan bahwa pemilik rumah itu adalah tokoh supranatural alias dukun karena banyak warga yang datang untuk berobat selama ini.

"Iya memang, pemilik rumah itu dukun. Kalau ada yang sakit dia ke situ berobat," pungkas Baharuddin.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts