Aceh Barat Putuskan 'Lockdown' Pasca PMK Serang Ternak di Berbagai Daerah
Hippopx
Nasional
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Dua kabupaten di Provinsi Aceh telah terkonfirmasi terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku. Kini Kabupaten Aceh Barat yang belum terjangkiti PMK pun memutuskan melarang hewan ternak dari luar daerah masuk.

WowKeren - Wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) terus merebak dan menyerang hewan ternak di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah daerah yang belum terkonfirmasi kasus PMK pun sigap melakukan aksi untuk mencegah penularannya. Salah satunya dengan me-lockdown wilayah masing-masing dari kontaminasi hewan ternak daerah lain.

Seperti yang dilakukan di Aceh Barat. Tim gabungan dari petugas kesehatan hewan serta TNI dan Polri melarang peredaran hewan ternak dari dan keluar Aceh Barat. Kebijakan itu diterapkan guna mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah mewabah di berbagai daerah.

"Larangan ternak dari luar daerah masuk ke Aceh Barat untuk sementara ini untuk mencegah terjadinya wabah penyakit kuku dan mulut bagi ternak di dalam daerah," ujar Kabag Operasional Polres Aceh Barat, Kompol Iswar di Aceh Barat.

Petugas tegas tetap tidak mengizinkan kedatangan hewan ternak dari daerah lain. Meskipun hewan ternak tersebut telah memiliki surat resmi.



Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, Danil Adrial juga telah meminta masyarakat agar menghentikan pasokan ternak sapi dan kerbau dari luar daerah. Pemkab Aceh Barat bersama aparat bakal melakukan penyekatan di pintu masuk perbatasan kabupaten. Semua itu dilakukan agar Aceh Barat tetap terhindar dari penularan PMK.

"Sampai hari ini belum ada kasus wabah, hal ini perlu kita antisipasi segera dengan penyekatan ternak yang akan masuk ke Aceh Barat," ungkap Danil Adrial.

Kasus wabah PMK pertama kali terkonfirmasi di Jawa Timur, dengan seribu lebih hewan ternah di 4 kabupaten terjangkit. Kini, wabah PMK pun telah menyebar ke sejumlah wilayah. Wabah PMK diketahui juga sudah terdeteksi di 2 kabupaten di Provinsi Aceh.

Sementara itu, pengamat menduga kemunculan PMK di Indonesia disebabakan karena daging sapi impor dari India dan Brasil. Hal itu disampaikan oleh Pengamat Pertanian sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santoso. Pasalnya India dan Brasil merupakan dua di antara sejumlah negara yang belum terdaftar bebas PMK.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts