Wabah PMK Merebak, Pengamat Duga Berasal Dari Daging Impor Negara Ini
Pixabay/Ilustrasi
Nasional
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Guru Besar IPB, Dwi Andreas Santoso, menjelaskan bahwa Indonesia telah bersusah payah untuk keluar dari wabah PMK selama puluhan tahun hingga akhirnya diberi pengakuan status bebas PMK tahun 1990.

WowKeren - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) baru-baru ini dilaporkan terjadi di Jawa Timur. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa lantas menduga virus penyebab PMK tersebut berasal dari hewan impor ilegal.

Diketahui, Indonesia masih melakukan impor dari sejumlah negara yang belum terdaftar bebas PMK seperti India dan juga Brasil. Pengamat Pertanian sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santoso, menduga wabah PMK kemungkinan berpotensi dari daging impor India dan Brasil.

"Iya, India dan Brasil, jadi di situ kemungkinannya potensinya," ujarnya dilansir Kumparan, Senin (16/5).

Dwi menjelaskan bahwa Indonesia telah bersusah payah untuk keluar dari wabah PMK selama puluhan tahun hingga akhirnya diberi pengakuan status bebas PMK oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) tahun 1990. "Sejak dulu sudah kita perkirakan pasti masuk ini, pasti masuk ke Indonesia. Upaya yang sudah sangat keras, kita dapatkan dari negara bebas PMK kan tahun 1990, ya sudah hancur lagi," tuturnya.

Menurutnya, mereka telah mengajukan judicial review terhadap Pasal 36 dalam Undang-Undang No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada tahun 2015. Pasal tersebut memperbolehkan Indonesia melakukan impor daging sapi dari negara yang belum bebas PMK, namun zona atau wilayahnya sudah bebas.



"Nah, jadi, ini memang benar-benar luar biasa. Walaupun sudah diingatkan, dijadikan judicial review, tapi ya akhirnya dikalahkan judicial review tersebut," katanya.

Adapun putusan Majelis Konstitusi (MK) pada tahun 2017 lalu mengharuskan impor produk ternak berbasis zona mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan melampirkan sertifikat bebas PMK dari otoritas ahli dalam ilmu penyakit hewan (veterinarian) negara asal. Meski sudah ada pernyataan daging atau produk ternak bebas penyakit menular dari negara asal importir, Kementerian Pertanian RI juga harus tetap melakukan pengawasan.

Pengawasan yang lengah dari Kementan disinyalir menjadi salah satu penyebab merebaknya wabah PMK di Tanah Air. Dwi juga menilai ada saja eksportir "nakal" yang mengakibatkan kondisi seperti sekarang.

"Ya memang ada pernyataan dari negara importir bahwa daging atau produk tersebut sudah bebas dari penyakit menular. Memangnya bisa aturan seperti itu diterapkan? Namanya eksportir bisa macam-macam," paparnya.

Sementara itu, mengecek asal muasal wabah PMK yang masuk ke Indonesia sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan genom sequencing system total. Namun Dwi mengatakan bahwa cara tersebut belum juga dilakukan pemerintah.

"Ya enggak tahulah, kok seolah-olah ada sesuatu ya yang ditutup-tutupi atau bagaimana dari negara mana. Sebenarnya gampang kok tidak susah," terangnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts