Kekhawatiran Makin Tinggi, Dinkes Bogor Bagi Tips Cegah Anak Terjangkit Hepatitis Misterius
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Dinas Kesehatan Bogor telah mengantisipasi kekhawatiran warga terkait kasus dugaan hepatitis akut misterius pada anak di Indonesia. Dinkes Bogor pun memberikan tips mencegah penularan hepatitis sederhana.

WowKeren - Dugaan kasus hepatitis akut misterius pada anak-anak di Indonesia terus bertambah. Hak itu pun turut memicu tingginya kekhawatiran masyarakat, terutama orangtua. Meski begitu, pemerintah berupaya membuat situasi tetap kondusif.

Salah satunya dengan cara yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pihak Dinkes Bogor memberikan tips agar anak-anak terhindar dari penyakit hepatitis akut selama mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

"Kami sudah memberikan panduannya juga kepada Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi penularan hepatitis di lingkungan sekolah," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina di Bogor, Senin (16/5).

Beberapa tips untuk mencegah hepatitis akut di antaranya yaitu rutin mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir, mengonsumsi makanan dan minuman yang matang sempurna. Kemudian, menggunakan peralatan pribadi sendiri, mengenakan masker, menjaga jarak dengan teman yang sedang sakit, serta rutin membersihkan benda yang disentuh.

Sementara itu, Mike memastikan bahwa hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor belum menerima laporan mengenai adanya masyarakat yang menderita hepatitis akut yang disebabkan oleh infeksi adenovirus serotype. Ia mengaku telah membentuk tim PE (penyelidikan epidemiologi) serta menyebarkan formulir investigasi ke seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Bogor untuk mendeteksi hepatitis akut kepada masyarakat yang bergejala hepatitis.



"Ada formulir investigasi, kita telusuri semua yang gejalanya mirip. Sehingga nanti diketahui jenis hepatitisnya," ungkap Mike.

Mike menyebut gejala hepatitis akut hampir mirip dengan Hepatitis A, B, C, D dan E, yakni, demam disertai diare, mual, muntah dan sakit perut. Kemudian indikator lainnya yaitu jika angka SGPT atau Serum Glutamat Piruvat Transaminase dan SGOT atau Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase di atas 500.

"Itu yang harus diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang punya anak balita. Gejala yang perlu diwaspadai juga meliputi warna mata dan kulit dapat menguning, kejang serta kesadaran menurun,” jelasnya.

Mike pun mengimbau masyarakat untuk segera membawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit terdekat saat menemukan gejala awal tersebut. Agar pasien segera mendapatkan pertolongan lanjutan dan jangan menunggu muncul gejala lanjutan.

"Gejala lanjutan itu seperti kulit dan mata mulai berwarna kuning. Agar tidak terlambat penanganan terhadap dugaan penyakit Hepatitis akut," pungkasnya.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts