Bohong Soal Jadi Eks Napi Teroris, Berikut Sejumlah Pernyataan Palsu Pelaku Penculikan 12 Anak
Nasional

Pengakuan pelaku penculikan 12 anak di wilayah Jakarta-Jawa Barat sukses mengejutkan publik. Meski begitu, nyatanya tak semua pengakuan pelaku merupakan fakta yang sebenarnya.

WowKeren - Kasus penculikan 12 bocah laki-laki di sejumlah daerah di Jakarta dan Jawa Barat menjadi perbincangan. Pasalnya sang pelaku, Abbi Rizal Afif, menyampaikan sejumlah pernyataan yang mengejutkan mengenai identitasnya. Mulai dari mengaku jadi mantan napi terorisme hingga pernah berlatih di Poso, Sulawesi Selatan.

Tapi kemudian terungkap bahwa sederet pengakuan yang disampaikan pelaku hanyalah bohong belaka. Termasuk soal pengakuannya sebagai mantan napi kasus terorisme.

Seperti diketahui, Abbi sempat mengaku telah dua kali tercatat melakukan tindak pidana terorisme kepada penyidik Polres Bogor. Dari pengakuan itu, mengalir berbagai pengakuan lainnya, terkait soal aksi terorisme yang pernah ia jalankan.

Namun, tak lama setelah pengakuan penculik anak itu tersiar, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto mengatakan tak ada nama Abbi Rizal Afif yang pernah menjalani binaan di lapasnya. Lapas Gunung Sindur pun membantah pengakuan tersangka.

"Berdasarkan data yang kami miliki, nama tersebut tidak pernah tercatat menjalani pidana di Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur," kata Kalapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur Mujiarto melalui keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jumat (13/5) lalu.

Mujiarto juga telah berkoordinasi dengan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor mengenai informasi tersebut. Ia menyatakan nama tersebut tidak pernah menjadi warga binaan pemasyarakatan di instansi yang dipimpinnya.



Sementara terkait modus penculikan, pelaku juga diketahui mengaku-ngaku sebagai polisi dan Satgas COVID-19. Modusnya, tersangka menegur anak-anak yang akan ia culik dengan alasan tidak memakai masker, kemudian para korban dibujuk untuk ikut dengannya.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Bogor, Ajun Komisaris Siswo D.C Tarigan mengatakan Abbi Rizal Afif ingin menguasai barang berharga milik korban. Tapi selain merampas barang berharga korban, Siswo mengatakan Abbi Rizal juga melakukan serangkaian penyimpangan seksual terhadap anak-anak yang ia culik.

Dari keterangan kepada penyidik, pelaku mengaku mencabuli tiga anak yang ia jadikan korban penyimpangan seksual. Modusnya, membawa makan korban dan kemudian diberi obat tidur.

"Agar korban tidak melawan saat pelaku melakukan penyimpangan seksualnya, korban dibujuk dan diberi obat tidur. Dalam kondisi tidak sadar, para korban dicabuli," ungkapnya.

Satu lagi pengakuan pelaku yang masih diselidiki kebenarannya. Pelaku mengaku pernah menjadi korban penyimpangan seksual saat kelas 5 SD.

"Artinya alibi yang sama yang dikemukan oleh predator anak, ngaku sebagai korban sebelum jadi pelaku,” pungkas Siswo.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts