Viral Kasus Safa Berawal Dari Perseteruan Fandom K-Pop, Partai Golkar Buka Suara Usai Ikut Terseret
Nasional

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Ace Hasan Syadzily, buka suara usai nama partainya dibawa-bawa dalam perdebatan di kalangan penggemar grup K-Pop.

WowKeren - Media sosial Twitter sempat dihebohkan oleh "Safa" yang memuncaki trending topic Indonesia baru-baru ini. Diketahui, hal ini bermula dari perseteruan fandom K-Pop dimana ada seseorang bernama Safa yang disebut telah menghina anggota boygroup NCT, yakni Jaemin dan Renjun.

Dalam perkembangannya, warganet yang mengaku sebagai penggemar grup tersebut merasa tak terima dengan sikap Safa dan perdebatan berlanjut di Twitter Space. Namun perdebatan di Twitter Space tampaknya semakin melebar dan bahkan sampai menyeret nama Partai Golkar. Lantas, bagaimana reaksi Partai Golkar?

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Ace Hasan Syadzily rupanya hanya tertawa saat dimintai tanggapan. "Hahaha. Memang kalau anak muda berantem soal idolanya ngomongnya kemana-mana, sampai-sampai bawa Golkar segala," ujar Ace dilansir detikcom pada Jumat (20/5).

Ace sendiri turut menyesalkan karena tidak ada kaitan antara dosen yang disebut sebagai kader Golkar dengan konflik para penggemar grup K-Pop tersebut. Menurut Ace, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pernah menyinggung soal K- Pop. Namun hal tersebut juga tidak ada kaitannya.

"Harusnya sih tidak bawa-bawa Golkar karena dosennya yang Golkar itu tak ada hubungannya dengan K-Pop walaupun Ketua Umum kami, Pak Airlangga Hartarto pernah nyinggung-nyinggung juga tentang K-Pop ini," paparnya.



Meski demikian, Ace menilai bahwa kasus ini menunjukkan Golkar dikenal di kalangan penggemar K-Pop. "Bagi Golkar sendiri tentu ini menunjukan bahwa Golkar dikenal di kalangan penggemar K- Pop," tukasnya.

Diketahui, Partai Golkar terseret dalam perdebatan ini kala salah satu warganet yang masuk dalam Twitter Space Safa mengaku akan membawa persoalan tersebut ke meja hijau. Safa dianggap telah melanggar UU ITE karena menghina anggota NCT.

Warganet tersebut mengaku sebagai seorang aktivis HAM berusia 29 tahun. Ia juga mengaku sudah berkonsultasi dengan dosennya yang merupakan seorang kader Partai Golkar.

"Kamu lupa ya, dosen saya ini dia kader Golkar, kamu kalau meragukan dosen saya nih saya kasih nomor beliau," ujar warganet tersebut.

Selain itu, ia juga mengaku bahwa ayahnya adalah seorang tentara dan adiknya adalah seorang polisi. Ia mengancam bisa memindahkan ayah Safa yang disebut turut berprofesi sebagai seorang polisi untuk pindah ke tempat dinas yang jauh.

"Kamu papamu polisi tugas di mana? Coba bilang sama aku. Adikku juga polisi dan calon suaminya saya kakaknya polisi, dia Kapolda," tuturnya. "Di mana tugasnya di mana? Saya bisa bilang ke papanya kamu yang jauh atau turunin pangkatnya juga bisa."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts