'Running Man' Dicurigai Jiplak Konten YouTuber Australia, Apa Tanggapan SBS?
Instagram/sbs_runningman_sbs
TV

Salah satu permainan 'Running Man' dicurigai telah meniru konten YouTuber asing yang terkenal menciptakan permainan-permainan kreatif. Lantas apa tanggapan SBS mengenai tuduhan itu?

WowKeren - "Running Man" baru-baru ini dicurigai telah melakukan plagiarisme terhadap konten salah satu saluran YouTube asal Australia. Kecurigaan ini muncul setelah episode 15 Mei lalu tayang.

Dalam episode terbarunya, "Running Man" mengadakan permainan "Game 1/N 1". Kontroversi pun muncul di ronde ke-5 yang diperkenalkan sebagai game terinspirasi oleh aktor Ha Do Kwon. Permainan itu mewajikan pesertanya memecahkan balon warna mereka masing-masing di sepanjang jalur yang ditentukan dengan melempatkan anak panah.

Segera setelah tayang, pemirsa menunjukkan bahwa permainan itu sangat mirip dengan format game yang diperkenalkan salah satu YouTuber asing. Saluran YouTube bernama How Ridiculous itu sendiri mempunyai 11 juta subscriber sehingga cukup terkenal.

How Ridiculous adalah kanal YouTube yang membuat berbagai permainan dengan menggabungkan ide-ide unik. Saluran tersebut mendapatkan popularitas terutama untuk konten game menggunakan balon.

Di antaranya, game yang muncul dalam video berjudul "Javelin Balloon Pop Racing Is INTENSE" yang sudah ditonton 320 juta kali. Video itu diunggah pada bulan Maret, tumpang tindih dengan Baloon Race di "Running man".



\'Running Man\' Dicurigai Jiplak Konten YouTuber Australia, Apa Tanggapan SBS?

Source: KBizoom

Meski demikian, sulit untuk mengklaim hak cipta hanya dengan menginjak dan meletuskan balon. Akan tetapi, kasus Balloon Race "Running Man", komposisi cara permainan dan urutannya terlalu mirip dengan How Ridiculous hanya untuk diabaikan. Fakta tidak ada indikasi sumber terpisah "Running Man" membuat kecurigaan pada tim produksi menjiplak konten asing semakin meningkat.

Di sisi lain, SBS sudah turun tangan memberikan pernyataan mengenai indikasi sumber dalam kontennya. Rupanya tim produksi sengaja menunjukkan indikasi sumber agar tidak dikira melakukan promosi.

"Pada prinsipnya, kami tidak pernah memberi label konten seperti game yang diperkenalkan di program lain, yang dikembangkan sendiri, dan jika ada hak cipta, kami selalu menunjukkan sumbernya. Mengenai video, kami tidak menunjukkan sumber video karena khawatir akan dilihat sebagai konten promosi," kata pejabat SBS.

Selama ini SBS telah berkontribusi dalam menyebarkan gelombang Hallyu pada penggemar global dengan memproduksi program hiburan yang sukses termasuk "Running Man". Namun minat dan perhatian pemirsa juga disertai pengawasan, sehingga SBS dianggap perlu lebih berhati-hati dalam memproduksi konten.

(wk/inta)


You can share this post!


Related Posts