Kedubes Inggris di Jakarta Pasang Bendera LGBT, Ketua PP Muhammadiyah: Tak Hormati Negara Indonesia
Pixabay
Nasional
Dubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT

Diketahui, bendera LGBT tersebut dikibarkan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT) beberapa hari lalu.

WowKeren - Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia memasang bendera pelangi khas LGBT di kantornya yang terletak di Jakarta. Dalam unggahan di akun Instagram resmi Kedubes Inggris untuk Indonesia, tampak bendera pelangi tersebut dikibarkan di sebelah bendera Inggris.

Bendera tersebut dikibarkan Kedubes Inggris di Hari Internasional Melawan Homofobia, Bifobia, dan Transfobia (IDAHOBIT). Dalam keterangannya, dijelaskan bahwa Inggris berpendapat hak-hak LGBT merupakan HAM yang mendasar. Setiap orang disebut harus bebas untuk mencintai orang yang mereka cintai dan juga mengekspresikan diri tanpa takut akan adanya kekerasan atau diskriminasi.

"Inggris akan memperjuangkan hak-hak LGBT+ dan mendukung mereka yang membela mereka. Kami ingin hidup di dunia yang bebas dari segala jenis diskriminasi," tulis akun Kedubes Inggris.

Kedubes Inggris

Instagram/@ukinindonesia

Lebih lanjut, Kedubes Inggris juga menyoroti masih adanya kriminalisasi terhadap kalangan LGBT di sejumlah negara. Pelecehan dan kekerasan disebut telah menjadi bagian rutin dari kehidupan kalangan LGBT di mana saja.



"Ini harus berubah. Kita harus bekerja untuk membuat kemajuan. Kami menyatukan masyarakat dan pemerintah. Kami ingin mendengar beragam suara. Kami ingin memahami konteks lokal," tambahnya.

Kekinian, unggahan Kedubes Inggris tersebut disayangkan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki falsafah Pancasila yang sangat menghormati nilai-nilai ajaran agama.

"Muhammadiyah sangat menyesalkan sikap Kedubes Inggris yang tidak menghormati negara Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera LGBT," ujar Anwar dalam keterangannya, Sabtu (21/5). "Mereka harus tahu bahwa bangsa Indonesia punya falsafah Pancasila dimana bangsa Indonesia sangat menghormati nilai-nilai dari ajaran agama."

Menurut Anwar, tidak ada satu pun agama di Indonesia yang mentolerir praktik LGBT. Ia juga memastikan bahwa LGBT bukan HAM, namun perilaku menyimpang yang bisa diobat.

"Praktik LGBT tersebut merupakan tindakan yang secara jelas anti manusia dan kemanusiaan karena dia akan membuat punah umat manusia karena adalah mustahil laki-laki kawin dengan laki-laki atau perempuan kawin dengan perempuan akan melahirkan anak," paparnya. "Jadi kalau penduduk bumi yang jumlahnya saat ini sekitar 8 miliar, bila mereka melakukan perkawinan sejenis, maka sudah bisa diperkirakan 150 tahun yang akan datang tidak akan ada seorang pun anak manusia di muka bumi ini."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts