3 Lokasi Perumahan Warga di Dogiyai Papua Dibakar, Ratusan Warga Selamatkan Diri ke Pos TNI
Pixabay/LoggaWiggler
Nasional

Ratusan warga terpaksa mengungsi ke pos TNI untuk menyelamatkan diri usai terjadi pembakaran rumah-rumah warga di tiga lokasi di Dogiyai, Papua. Identitas kelompok pelaku pembakaran belum bisa dipastikan.

WowKeren - Teror penyerangan warga sipil kembali terjadi di Papua. Sejak Minggu (22/5) malam, sekitar 100 orang terdiri dari perempuan dan anak-anak mengungsi ke pos TNI-Polri di Kabupaten Dogiyai, Papua, usai rumah dan kios yang mereka tempati dibakar.

Ada tiga titik lokasi tempat tinggal warga yng dibakar. Namun hingga kini masih belum jelas apa alasan dari aksi pembakaran tersebut.

"Memang benar Minggu malam hingga Senin dini hari terjadi pembakaran rumah warga di tiga lokasi sehingga mereka mengungsi ke pos TNI-Polri," ujar Kapolres Dogiyai, Kompol Bambang Suranggono di Jayapura, Papua, Senin (23/5) melansir Antara.

Bambang belum bisa memastikan kelompok mana yang melakukan pembakaran. Namun diduga masyarakat asli Dogiyai dan sekitarnya.

"Belum dipastikan karena mereka sudah bergabung yang awalnya berupaya membakar pasar namun tidak berhasil sehingga mengalihkan ke rumah warga, " jelas Kompol Bambang.



Bambang menyampaikan bahwa situasi sempat mencekam karena masyarakat yang hendak melakukan pembakaran berupaya membakar berbagai lokasi yang tidak diamankan. Bahkan ada dugaan kantor Polsek yang menjadi Markas Polres Dogiyai juga menjadi sasaran dan akan ikut dibakar.

Sementara itu, saat ini aparat keamanan masih bersiaga di lokasi. Kapolres Dogiyai, Bambang juga sudah meminta bantuan penambahan pasukan untuk mengantisipasi pembakaran susulan.

"Dalam catatan polisi ada 20 unit rumah yang berlokasi di kampung Ikebo, Kimipugi dan Ekimanida ludes terbakar namun tidak ada korban jiwa," pungkas Kapolres Dogiyai, Kompol Bambang.

Krisis keamanan di wilayah paling timur Indonesia ini tampaknya masih terus terjadi. Hingga saat ini, aparat kepolisian dan TNI diketahui juga terus bersiaga mengamankan wilayah Papua terkait sejumlah aksi serangan dari KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).

Pasalnya, KKB diketahui telah melakukan berbagai penembakan, pembakaran, dan sejumlah aksi penyerangan lain baik pada aparat maupun warga sipil. Seperti yang terjadi pada Jumat (13/5). KKB dilaporkan kembali melakukan aksi pembakaran di perumahan guru SMA Negeri 1 di Kampung Wako, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Untungnya dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts