Banjir Rob Semarang Disebut Seperti Tsunami, Puncak Bencana Diprediksi Terjadi Hari Ini
Unsplash/Nareeta Martin
Nasional
Banjir Rob Jawa Tengah

Banjir rob di Semarang itu dinilai biasa terjadi, namun kali ini dianggap lebih parah dari sebelumnya. Bahkan puncak banjir rob itu sendiri diprediksi terjadi pada Selasa (24/5) hari ini.

WowKeren - Pada Senin (23/5) kemarin, banjir rob terjadi di kawasan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah. Adapun penyebab terjadinya banjir rob ini diketahui akibat jebolnya tanggul sungai Tambak Mulyo.

Terkait dengan terjadinya banjir rob tersebut, para pekerja di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas lantas dipulangkan oleh pihak perusahaan. Berdasarkan informasi yang didapat dari JPNN.com Jateng, di permukiman Kampung Tambaklorok, Tambakrejo, dan Tambakmulyo, ketinggian airnya mencapai dada orang dewasa atau sekitar 1,5 meter.

Sementara untuk luasan air banjir rob sendiri semakin melebar hingga di Jalan Arteri Yos Sudarso dan Jalan Ronggowarsito Kota Semarang. Salah seorang petugas keamanan di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas, Mugiyono mengatakan bahwa air datang cepat sekitar pukul 14.00 WIB.

Meski telah akrab dengan peristiwa tersebut, namun Mugiyono menyebut banjir rob kali ini merupakan yang terbesar selama dirinya bekerja. "Kaya tsunami, tetapi kecil, terus mengalir sampai Maghrib," ungkap Mugiyono dalam keterangannya, dilihat Selasa (24/5).

Meski demikian, kata Mugiyono, setelah pukul 18.00 WIB, banjir rob Semarang mulai berangsur surut. Akan tetapi masih banyak pekerja yang tertahan di tempat kerja.


Di sisi lain, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa puncak ketinggian air laut yang menyebabkan banjir rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, bakal terjadi pada Selasa (24/5) hari ini. Menurutnya, banjir rob yang terjadi kali ini lebih parah dibanding dengan yang sebelumnya.

"Pukul 19.45 WIB, masih di 190 cm, lebih surut dibandingkan siang tadi, permukaan air laut diperkirakan puncaknya hari ini dan besok (Selasa, 24/5)," tutur Iqbal kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/5).

Iqbal menerangkan bahwa banjir akibat pasang itu kemudian diperparah dengan jebolnya tanggul di sungai kawasan berikat Lamicitra. Berdasarkan cacatan polisi, ada sekitar delapan ribu kepala keluarga yang terdampak banjir rob tersebut.

Sementara itu, 600 karyawan PT Lamicitra yang terjebak banjir rob juga dievakuasi. Iqbal mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dapur umum dan tempat penampungan sementara.

Selain itu, kata Iqbal, polisi juga memberikan bantuan kesehatan dan akan melakukan perbaikan sementara tanggul yang akan dilakukan saat air surut. Ia mengungkapkan banjir rob di Semarang juga turut menggenangi sejumlah wilayah di Demak dan Pekalongan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts