Akibat Banjir Rob Aktivitas Pelabuhan Tanjung Emas Belum Berjalan, Berikut Daftar Wilayah Terdampak
Unsplash/Juan Manuel Sanchez
Nasional
Banjir Rob Jawa Tengah

Pasca terjadinya banjir rob di Kota Semarang, Jateng, Senin (23/5) kemarin, membuat aktivitas masyarakat terganggu. Bahkan hingga kini, aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas juga belum kembali normal.

WowKeren - Banjir rob yang terjadi di kawasan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Senin (23/5) kemarin disebut paling parah, bahkan seperti tsunami. Hingga Selasa (24/5) hari ini, aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut belum kembali normal.

Terlebih aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas yang sampai hari ini masih lumpuh karena terdampak banjir rob. Berdasarkan pantauan, tampak truk-truk muatan barang dan para pekerja yang tidak dapat beraktivitas karena banjir rob masih menggenang, setidaknya hingga ketinggian 1,5 meter.

Akibat dari banjir rob tersebut, setidaknya 20 pabrik yang ada di dalam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas diliburkan. Para pekerja pun tampak ramai-ramai saling mengevakuasi sepeda motornya yang sempat ditinggal di parkiran pabrik karena panik dengan datangnya banjir rob kemarin.

Mengingat para pekerja didominasi oleh perempuan, maka harus bersusah payah mendorong sepeda motornya sejauh 1 kilometer dengan melewati genangan banjir rob dari yang tingginya 50 centimeter hingga 1 meter. Alhasil tak sedikit pekerja yang mengeluh capek.

"Lelah pak, capeknya, dorong motor melewati banjir, lah daripada nanti tambah rusak dibiarkan di parkiran pabrik, airnya kalau semakin tinggi kan bahaya," tutur salah satu karyawan pabrik tepung di kawasan tersebut, Citra.


Di samping itu, tampak obyek vital Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Indonesia Power, Tambaklorok Semarang yang ikut tergenang banjir rob, meski hanya tidak terlalu tinggi, sehingga tidak mengganggu pasokan listrik di Jateng.

Sementara itu, Badam Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa banjir rob di sebagian pantai utara atau Pantura Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, akan berlangsung sampai Rabu (26/5) besok. Adapun kawasan Pantura yang diprediksi alami banjir rob hingga besok adalah Pesisir Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, dan Pantai Batang.

Kemudian Pantai Tawang Kendal, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jalan Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang tengah Demak, Pantai Rembang, dan pesisir Jawa Timur. BMKG kemudian menyebut banjir rob tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi.

Selain itu, menurut BMKG, gelombang tinggi di Laut Jawa juga turut menjadi pemicu terjadinya banjir tersebut. "Gelombang tinggi di Laut Jawa yang mencapai 1,25-2,5 meter juga memberikan dampak terhadap peningkatan banjir rob di wilayah tersebut," jelas BMKG dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5).

"Masyarakat diimbau untuk menyiapkan upaya mitigasi dan adaptasi untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir tersebut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," papar BMKG.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts