Para petani dari warga adat Danau Poso mendatangi kantor Gubernur Sullteng untuk menggelar aksi mogok makan dan cor kaki. Petani menuntut Gubernur turun tangan selesaikan permasalahan dengan PT Poso Energy.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 25 Mei 2022 - 13:53 WIB
WowKeren - Petani dari masyarakat adat Danau Poso mendatangi kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Selasa (24/5) kemarin. Mereka menggelar aksi mogok makan hingga cor kaki menggunakan semen di depan kantor Gubernur, menuntut Rusdi Mastura ikut turun tangan dalam permasalahan para petani di Danau Poso dengan PT Poso Energy.
Pasalnya, sawah milik mereka terendam sejak April 2020 akibat uji coba pintu air bendungan PLTA Poso 1 milik PT Poso Energy. Warga meminta sang Gubernur ikut menuntut pertanggungjawaban dari PT Poso Energy.
"Gubernur Sulteng yang menjalankan fungsinya sebagai kepala daerah dan memenuhi janjinya sebagai gubernur untuk mewakili suara masyarakat menuntut PT Poso Energy (dalam hal ini Ahmad Kalla) memenuhi tuntutan masyarakat," ujar Jefri Saka, petani Desa Peura dalam keterangan tertulis.
Aksi mogok makan jadi simbol ketidaktersediaan beras yang selama ini disediakan oleh para petani karena sawah terendam. Sementara nasi adalah pangan yang disediakan petani. Sementara aksi cor kaki merupakan simbol sawah dan kebun yang sudah tidak lagi bisa diolah karena terendam bendungan PLTA Poso 1.
"Selain itu, mogok makan adalah simbol kelaparan yang disebabkan oleh Poso Energy pada para petani yang sudah tidak bisa mengolah sawahnya. Cor kaki adalah simbol aktivitas petani yang terkungkung atau tidak lagi bisa melakukan aktivitas bertani karena sawah/kebun terendam," terangnya.
Jefri menyebut berbagai cara sudah ditempuh petani untuk mendapatkan keadilan sejak tahun 2020. Mulai dari hearing DPRD Poso, pertemuan dengan bupati Poso, dan surat terbuka kepada presiden.
Sementara dalam pertemuan perwakilan petani dengan Gubernur Sulteng pada tanggal 28 Maret 2022 lalu, Gubernur Sulawesi Tengah berjani akan melakukan pertemuan dengan pimpinan PT. Poso Energy, Ahmad Kalla untuk menyelesaikan tuntutan petani.
"Namun, hingga saat ini tersebut tidak terlaksana dan tidak menjadi prioritas. Sementara itu Poso Energy bersikap tidak peduli dengan tidak merespon tuntutan petani," ungkapnya.
Karenaitu, para petani pun akhirnya melakukan aksi untuk mendapatkan keadilan. Ia berharap dengan begitu, Gubernur Sulteng dapat tergerak.
"Jalan untuk mendapatkan keadilan terpaksa ditempuh petani, dengan melakukan aksi mogok makan, cor kaki, dan rendam kaki," pungkas Jefri.
(wk/amel)