Wanita Non Kulit Putih Inggris Hadapi Rasisme Tempat Kerja: Sembunyikan Identitas Hingga Ubah Nama
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Studi dilakukan dengan mensurvei 2.000 wanita keturunan kulit hitam dan Asia dan lebih dari 1.000 wanita kulit putih di seluruh Inggris, dengan menyoroti masalah budaya tempat kerja.

WowKeren - Perlakuan rasis masih terjadi di bagian dunia tertentu. Menurut penelitian terbaru, wanita non kulit putih merasa terpaksa mengubah perilaku mereka dalam menghadapi rasisme yang meluas di tempat kerja.

Sebuah laporan oleh organisasi kesetaraan gender Fawcett Society, dan thinktank kesetaraan ras Runnymede Trust menunjukkan jika tiga perempat wanita kulit berwarna telah mengalami beberapa bentuk rasisme di tempat kerja. Sementara itu, lebih dari seperempatnya menghadapi penghinaan rasial.

Studi dilakukan dengan mensurvei 2.000 wanita keturunan kulit hitam dan Asia dan lebih dari 1.000 wanita kulit putih di seluruh Inggris, dengan menyoroti masalah budaya tempat kerja. Mayoritas wanita kulit berwarna merasa mereka perlu menyembunyikan identitas mereka di tempat kerja dengan beberapa cara.

Sebanyak 60 persen lebih mengatakan harus memodifikasi bahasa, gaya rambut, pakaian, hingga pola diet mereka agar tampak sesuai. Sedangkan lebih dari separuh wanita Muslim dan kulit hitam Afrika mengatakan mereka telah mengganti pakaian yang mereka kenakan di tempat kerja.


Sementara itu, seperempat dari mereka yang memiliki keturunan India menyebut terpaksa harus mengubah nama mereka. Tak hanya itu, survei tersebut juga menyoroti lebih dari separuh wanita kulit berwarna melaporkan diskriminasi dalam proses lamaran atau wawancara dan 42 persen di antaranya bahkan dilewatkan untuk promosi.

Halima Begum, kepala eksekutif Runnymede Trust, mengatakan jika wanita non kulit putih menghadapi bahaya ganda. "Dari sekolah ke tempat kerja, ada hambatan struktural yang berdiri di antara mereka dan peluang yang layak mereka dapatkan," ujarnya melansir The Guardian.

Jemima Olchawksi, kepala eksekutif Fawcett Society, mengatakan wanita kulit berwarna ditahan dan dipaksa untuk menyembunyikan identitas mereka. "Sungguh membuang-buang waktu dan energi para wanita itu," tegasnya.

Laporan tersebut meminta pemerintah untuk memaksa perusahaan yang memiliki lebih dari 50 karyawan untuk mempublikasikan data kesenjangan gaji berdasarkan etnis. Laporan itu juga menyerukan semua pengusaha untuk menerapkan rencana anti-rasisme.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan rencana inklusif mereka bertujuan untuk membangun masyarakat yang lebih adil. "Termasuk mempromosikan keadilan di tempat kerja dan tindakan untuk mengatasi kesenjangan upah etnis," katanya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait