Fenomena catcalling masih marak dialami masyarakat terutama para wanita. Berikut pengertian, sejarah dan fakta menarik lainnya tentang fenomena Catcalling.
- May 31, 2022
WowKeren - Istilah catcalling sudah ada sejak 200 SM lalu. Saat itu, catcalling masih diartikan sebagai "wolf whistle" atau peluit serigala. Istilah itu digunakan untuk menggambarkan nafsu seorang laki-laki pada perempuan.
Istilah catcaller kemudian muncul sekitar tahun 1700-an. Istilah ini dipakai untuk para penonton teater yang sengaja bersiul demi menunjukkan ketidaksenangan mereka pada aktor atau cerita yang disuguhkan di atas panggung.
Sementara itu, penulis terkenal dengan latar pendidikan psikologi dan sosiologi, Sparklle Rainne menyebut istilah catcalling kian dikenal berkat kartunis bernama Tex Avery. Pada tahun 1937, Avery menciptakan karakter kartun serigala populer "Little Red Walking Hood" yang dikisahkan senang bersiul.
Dalam kartun Avery tersebut, sang serigala akan bersiul guna mendapatkan perhatian dari perempuan yang ditaksir. Karena itu, catcalling dianggap menjadi istilah yang pas untuk menyebut para pelaku street harrastment.
(wk/Sisi)