Pakar politik sebelumnya menilai bahwa ada kerenggangan hubungan antara Presiden Jokowi dengan Ketum PDIP Megawati. Atas hal ini, pihak Istana pun memberikan tanggapan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 02 Juni 2022 - 16:13 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, hubungan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarnoputri disebut merenggang. Menanggapi hal ini, pihak Istana pun buka suara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membantah kabar yang menyebut hubungan Jokowi dengan Megawati merenggang. Pratikno lantas mengatakan bahwa hubungan keduanya itu baik-baik saja.
"Enggak, hubungan (Jokowi-Megawati) baik-baik saja, tidak ada istilah memanas, tidak ada, sangat-sangat baik," ungkap Pratikno usai rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6).
Sementara mengenai ketidakhadiran Megawati di sejumlah kegiatan Jokowi, Pratikno meminta kepada publik untuk tidak menginterpretasikan hal tersebut bahwa hubungan keduanya tidak baik. Menurutnya, hal tersebut tidak ada kaitannya dengan persoalan partai politik.
"Kan sangat banyak hal, kan buktinya Pak Presiden juga hadir di Ende. Kan itu pokoknya tidak ada masalah dengan perpolitikan kita," jelas Pratikno.
Lebih lanjut, Pratikno juga menepis bahwa ketidakhadiran Megawati saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di NTT itu memberikan sinyal hubungan tidak baik, di antara keduanya. Menurutnya, ketidakhadiran Megawati itu dilatarbelakangi oleh banyak faktor.
"Nah (Megawati) enggak hadir kan banyak faktor, beliau kan barusan tiba juga dari luar negeri, itu juga harus diperhitungkan, (hubungan) baik-baikm enggak ada masalah," beber Pratikno.
Sebelumnya, pakar politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menganalisis soal hubungan Jokowi dengan Megawati, Ia menyebut bahwa hubungan keduanya renggang dikarenakan sejumlah faktor. Salah satunya adalah Jokowi tidak berkunjung ke Megawati saat momen Idul Fitri berlangsung pada tahun 2022 ini.
"Kode hubungan Megawati dan Jokowi merenggang itu kan dari Idul Fitri. Pak Jokowi enggak ke Teuku Umar, malah ke Sultan Yogyakarta," ungkap Hendri Satrio kepada wartawan, Kamis (2/6). "Setelah ke Jakarta pun enggak langsung ke Teuku Umar."
(wk/tiar)