Plastik telah menjangkau ke tempat yang paling terpencil di muka bumi, ketika mikroplastik ditemukan di dalam ikan di ceruk terdalam lautan dan terkunci di dalam es Arktik.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 03 Juni 2022 - 20:15 WIB
WowKeren - Sampah plastik masih menjadi masalah hingga kini di sejumlah bagian dunia. Menurut sebuah temuan yang dirilis pada Jumat (3/6), penggunaan plastik hampir meningkat hingga tiga kali lipat dalam waktu kurang dari empat dekade.
Pada tahun 2060, produksi tahunan plastik berbasis bahan bakar fosil akan mencapai 1,2 miliar ton dan limbah melebihi satu miliar ton, menurut Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Masalah terkait plastik membutuhkan perhatian yang serius.
Badan 38 negara itu memproyeksikan dalam laporan mereka bahwa meski dilakukan tindakan agresif untuk mengurangi permintaan dan meningkatkan efisiensi, produksi plastik akan hampir dua kali lipat dalam waktu kurang dari 40 tahun.
Namun, kebijakan yang terkoordinasi secara global seperti itu, dapat sangat meningkatkan pangsa sampah plastik masa depan yang didaur ulang, dari 12 menjadi 40 persen. Kekhawatiran internasional telah meningkat terkait volume dan keberadaan polusi plastik, dan dampaknya.
Bahkan plastik telah menjangkau ke tempat yang paling terpencil dan paling murni di muka bumi, ketika mikroplastik telah ditemukan di dalam ikan di ceruk terdalam lautan dan terkunci di dalam es Arktik. Sampah plastik yang ada di mana-mana juga bertanggung jawab atas matinya ribuan makhluk hidup. Setiap tahunnya, diperkirakan ada lebih dari satu juta burung laut dan 100.000 mamalia laut mati karena puing-puing plastik.
"Pencemaran plastik adalah salah satu tantangan lingkungan besar abad ke-21," kaya Cormann. "Menyebabkan kerusakan luas pada ekosistem dan kesehatan manusia."
Dengan merujuk pada tren yang ada saat ini, penggunaan plastik diproyeksikan meningkat dua kali lipat di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Timur. Sedangkan di wilayah negara berkembang, jumlah plastik bisa tumbuh tiga hingga lima kali lipat. Lebih buruk, adalah di Afrika sub-Sahara dengan jumlah enam kali lipat.
Lebih jauh, OECD memperingatkan jika produksi plastik akan meningkat di bawah skenario mana pun. Yang mana, hal itu didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan populasi yang berkembang.
(wk/zodi)