Keluarga Ridwan Kamil sudah menyatakan ikhlas atas kepergian Eril yang hilang tersert arus Sungai Aare. Masih dalam suasana duka, Atalia Praratya menunjukkan pemandangan sekitar TKP hilangnya sang putra.
- Intan Maharani
- Sabtu, 04 Juni 2022 - 08:07 WIB
WowKeren - Setelah seminggu berupaya mencari putranya yang hilang, Ridwan Kamil sekeluarga sudah kembali ke Indonesia. Gubernur Jawa Barat tersebut sudah ikhlas atas kepergian Emmeril Khan Mumtaz yang telah dinyatakan hilang saat berenang di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, sejak 26 Mei lalu.
Pada Sabtu (4/6), Atalia Praratya mengungkapkan situasi di sekitar Sungai Aare yang dinyatakan sebagai tempat kejadian perkara (TKP) hilangnya Eril melalui akun media sosial pribadinya. Anak pertama Ridwan Kamil dan Atalia tersebut terseret arus ketika berenang di sana.
InstaStory Atalia Praratya memperlihatkan betapa jernih air di Sungai Aare yang memantulkan warna biru dan kehijauan dari permukaannya. Suasana di sekitarnya pun tampak asri dengan pepohonan yang daunnya hampir menyentuh permukaan air. Dari video tersebut terlihat Sungai Aare mempunyai arus yang cukup deras.
"Lokasi sekitar TKP," tulis Atalia Praratya dalam InstaStory tersebut.
Selain itu, wanita nomor satu di Jawa Barat tersebut membagikan video di mana Ridwan Kamil terjun langsung ke sungai untuk mencari Eril. Terlihat dari kejauhan Ridwan Kamil sedang berada di tepian sungai mengenakan pakaian panjang juga topi.
"Ini yang dilakukan ayahmu setiap hari, Ril...," imbuh Atalia.
Sebelum ini, video Ridwan Kamil terjun langsung ke Sungai Aare membantu pencarian putranya telah tersebar di dunia maya. Publik merasakan simpati yang amat mendalam terhadap musibah yang menimpa keluarga Ridwan Kamil.
Sejak hilang terseret arus Sungai Aare, tim SAR setempat melakukan pencarian terhadap keberadaan Eril. Ridwan Kamil beserta istri pun seketika terbang ke Swiss usai kabar tersebut sampai ke Tanah Air.
Pada 3 Juni, keluarga Ridwan Kamil menyatakan sudah meyakini Eril meninggal dunia karena tenggelam. Status pencarian diturunkan dari mencari orang hilang menjadi pencarian jasad.
(wk/inta)