Seorang mantan trainee idol membeberkan bahwa ia menjadi korban dari kekerasan dari seorang idol generasi pertama yang menjadi CEO di salah satu agensi di Korea Selatan.
- Alfa Sayyidah
- Selasa, 07 Juni 2022 - 11:50 WIB
WowKeren - Kemarin, Senin (6/6) seorang mantan trainee idol (A) membeberkan hal yang mengejutkan melalui salah satu komunitas daring Korea Selatan. A mengungkapkan bahwa ia telah menjadi korban kekerasan oleh CEO di salah satu agensi.
CEO tersebut diungkapkan adalah idol generasi 1 K-Pop. Para idol generasi 1 K-Pop memang tidak sedikit yang akhirnya mendirikan perusahaannya sendiri. Beberapa di antaranya pun sukses besar.
A menyebutkan bahwa ia telah menjadi mantan trainee selama 6 tahun. Ia mengaku memikirkan mengenai masanya menjadi trainee membuatnya menangis meski telah bertahun-tahun berlalu.
"Saya mantan trainee idol dan 6 tahun telah berlalu tetapi hanya memikirkan hari itu membuat air mata membasahi mata saya. Saya adalah seorang trainee di sebuah perusahaan hiburan di mana 'A', yang merupakan anggota grup idol generasi pertama, adalah CEO," terang A.
A mengungkapkan bahwa pada 2016 lalu ia dimaki-maki hingga mendapatkan kekerasan hanya karena berpendapat bahwa musik 70 hingga 90 tahunan cukup kuno. A mengaku terus datang ke perusahaan karena takut dituntut atas kontraknya meski telah menjadi korban kekerasan. A menyebutkan bahwa B justru menyebutkan ia pantas dipukul karena telah membuatnya marah dan sama sekali tidak meminta maaf.
"Pada tahun 2016, B (Idol generasi 1) memanggil saya ke kantor CEO dengan produser perusahaan. Saat itu, B mengangkat topik musik yang populer dari tahun 70-an hingga 90-an, dengan mengatakan 'Untuk menjadi terkenal, Anda harus menyanyikan lagu-lagu ini tanpa syarat'. Produser dengan hati-hati menyampaikan pemikirannya, mengatakan 'Musik itu agak kuno, jadi saya ingin tahu apakah publik saat ini akan menyukainya'. Saya bilang saya punya ide yang sama. Tepat setelah jawaban saya, B bersumpah, 'Hei, dasar bajingan gila. XXX ini, kamu sangat keras kepala! XXX', dan mulai menyerang saya," cerita A.
Idol generasi 1 itu disebut telah menampar A 4 kali di pipi kanannya dan 2 kali di pipi kirinya. A bahkan juga pernah dipukul 2 kali di kepala. Produser yang ada di lokasi kejadian langsung menggeret A ke ruangan untuk menghindari pukulan B.
"Saya ingin segera melarikan diri tetapi saya takut saya akan dituduh melanggar kontrak jika saya tidak hadir dalam latihan jadi saya masih pergi bekerja sehari setelah saya diserang. B memanggil saya secara terpisah dan menjelaskan itu sebabnya dia harus memukul saya. B menyalahkan tanggung jawab pada saya, mengatakan 'Anda adalah penyebabnya, saya tidak melakukan apa-apa sampai Anda melemparkan batu ke arah saya. Siapa pun akan marah dalam situasi itu," terang A.
"Karena keterkejutan yang luar biasa itu, saya menyerahkan segalanya dan memutuskan untuk wajib militer. Saya tidak bisa melakukan hal lain karena saya takut pada B. Saya tidak menginginkan apa pun selain permintaan maaf yang tulus dari B. Saya harap peserta trainee lain tidak akan menyerah pada impian mereka," beber A.
A kemudian membeberkan bukti foto semasa trainee bersama dengan teman-temannya yang lain. Pernyataan A ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya, namun Knetz telah ramai menebak-nebak sosok B yang merupakan idol generasi 1 yang merupakan CEO agensi ini.
(wk/alfa)