Dulu Pernah Jadi Anak Punk, Pria Muda Ini Kini Naik Haji Gantikan Ayahnya yang Meninggal
Pixabay/Abdullah_Shakoor
Nasional
Haji 2022

Fatchul Supriyanto yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara tersebut ditunjuk sebagai ahli waris pengganti haji ayahnya yang meninggal dunia tahun lalu.

WowKeren - Jemaah haji asal Indonesia kembali bisa berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Salah satunya adalah seorang mantan anak punk bernama Fatchul Supriyanto yang tergabung dalam kloter 3 Jawa Timur.

Fatchul yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara tersebut ditunjuk sebagai ahli waris pengganti haji ayahnya yang meninggal dunia tahun lalu. Usai dinyatakan sebagai ahli waris pengganti haji, Fatchul langsung mencari kiai dari pesantren di Kediri, Jatim, untuk membinanya.

"Lebih baik menjadi mantan preman, daripada menjadi mantan ustaz," ujar Fatchul, dilansir CNN Indonesia pada Senin (6/6).

Fatchul mengaku sudah bergabung dengan anak-anak punk di wilayahnya sejak ia lulus SMA. Pria yang kini sudah berusia 33 tahun tersebut mengaku kala itu tengah mencari jati diri.

"Namanya juga usia muda, saya ingin mencari jati diri," ungkapnya. "Saya ikut bergabung dengan anak punk."

Rupanya, kehidupan bersama anak punk lain di jalanan membuatnya mengalami sejumlah perubahan. Fatchul menjadi akrab dengan minuman keras hingga meninggalkan salat.


"Kalau minum-minuman keras sudah biasa, ninggalin salat ya sudah biasa, namanya juga ikut pergaulan yang ada," tuturnya.

Meski demikian, ia bersyukur dirinya tdiak sampai menindik telinga, membuat tato, atau bahkan mengkonsumsi narkoba. Adapun Fatchul menjalani kehidupan sebagai anak punk tanpa sepengetahuan orangtuanya.

"Waktu itu, bapak ibu saya tidak tahu dengan kehidupan yang saya jalani. Apalagi bapak saya pas jadi TKI di Malaysia," jelasnya.

Ia kemudian ikut pamannya berjualan tahu campur Lamongan di Kota Surabaya, Jatim. Fatchul lalu bertemu dengan seorang anggota TNI di Surabaya yang kemudian membuatnya ikut bergabung sebagai anggota TNI AD.

Meski sempat takut akan dosa-dosa yang diperbuatnya semasa muda, Fatchul kini bertekad untuk memperbaiki kehidupannya. Ia mengaku tidak mau lagi meninggalkan salat.

"Ya, sempat takut katanya ada balasan pas di Mekkah, tapi ya kalau niat kita ingin berubah menjadi baik, kenapa tidak," tukasnya. "Sebelum terdaftar ahli waris pengganti haji, salat saya masih sering bolong. Kalau sudah capek, ya sudah sering lewat salatnya. Sekarang saya berusaha salat lima waktu tepat waktu."

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts