Arab Saudi Janji Tambah Kuota Haji Indonesia, Menlu Retno: Apabila Situasi Membaik
Twitter/Menlu_RI
Nasional
Haji 2022

Indonesia tahun ini hanya mendapat sekitar 100 ribu kuota haji dari pihak Arab Saudi. Namun, pihak Arab Saudi rupanya bakal menambah lagi kuota haji bagi Indonesia di masa depan.

WowKeren - Menteri Luar Negeri (Menlu) Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Faisal Bin Farhan Al Saud, tengah berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungannya, Pangeran Faisal Bin Farhan Al Saud juga bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Kepada Jokowi, Faisal berjanji menaikkan kuota haji 2022, di mana indonesia hanya dapat 100.051 jemaah.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Retno pun berharap Arab Saudi bisa merealisasikan hal tersebut seiring membaiknya situasi pandemi.

"Apabila situasi membaik tentunya kuota haji akan ditingkatkan, dan terus dibangun fasilitas-fasilitas untuk mendukung pelaksanaan haji. Tentunya harapan kita semua umat Islam seluruh dunia adalah di masa mendatang kuota ini akan terus ditingkatkan," ujar Retno Marsudi menjelaskan komitmen Faisal, Selasa (7/6).

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo turut menyampaikan rencana Indonesia untuk membangun Indonesian House di Kota Makkah. Tujuannya untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada para jamaah umrah dan haji Indonesia.


Karena itu,Jokowi pun meminta dukungan dari otoritas pemerintah Arab Saudi terkait rencana ini. "Pesan ini akan disampaikan oleh Menlu Saudi kepada otoritas di Saudi Arabia," ungkap Retno.

Di sisi lain, Retno juga melaporkan kepada Jokowi bahwa otoritas Arab Saudi telah mencabut larangan warganya untuk berkunjung ke Indonesia. Menurut Retno, hal tersebut merupakan hasil dari pembicaraan yang sudah lama antara pihak Indonesia dengan pihak Arab Saudi.

Pembicaraan ini mencakup data-data mengenai kondisi COVID-19 di Indonesia yang terus mendapatkan apresiasi dari dunia. Retno menyampaikan ke otoritas Saudi bahwa baru-baru ini Indonesia menjadi tuan rumah salah satu pertemuan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bali.

Pertemuan secara fisik ini dihadiri oleh lebih dari lima ribu orang dan tidak ada laporan terkait kasus COVID signifikan atas kegiatan tersebut. Sehingga, Retno menyambut baik keputusan otoritas Saudi untuk mencabut larangan warganya untuk berkunjung ke Indonesia.

"Alhamdulillah setelah pertemuan kami tidak mendengar ada laporan yang siginifikan mengenai dampak COVID-nya terhadap para peserta. Kami harapkan akan berdampak pada pariwisata dan juga kunjungan-kunjungan bisnis," pungkas Retno.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts