Sebelumnya, sebuah helikopter disebut telah mendarat darurat di Timikan dan dilaporkan ada balita yang hilang terlempar. Namun kini balita tersebut telah ditemukan dan dievakuasi bersama korban lainnya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 09 Juni 2022 - 19:36 WIB
WowKeren - Pada Rabu (8/6) kemarin, peristiwa nahas menimpa sebuah helikopter, di mana melakukan pendaratan darurat di Timika. Dalam insiden tersebut, salah seorang balita dilaporkan hilang terlempar.
Kini, proses evakuasi terhadap 11 korban jatuhnya helikopter PK-DAR milik Derazona Air Servi yang disewa oleh Pemda Mimika itu telah berhasi dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Adapun evakuasi tersebut telah dilakukan sejak Rabu (8/6) kemarin, hingga Kamis (9/6) hari ini.
Evakuasi 11 korban itu pun disebut berjalan lancar dan aman, kemudian juga didukung dengan cuaca Mimika yang cukup baik. Fokus pencarian korban Philiter itu sendiri diketahui merupakan seorang balita yang ditemukan meninggal dunia tidak jauh dari bangkai helikopter.
Balita bernasib naas itu ditemukan dengan jarak sekitar 50 meter dan berada di area terjal usai terlempar dari pelukan sang paman. "Korban telah ditemukan dan operasi gabungan dinyatakan ditutup," ujar Danlaud Timika, Letkol Penerbang Slamet Suhartono kepada Tribun-Papua.com, Kamis (9/6).
Lebih lanjut, Slamet mengatakan bahwa saat ini tim SAR gabungan telah mengambil data helikopter, di antaranya dokumen dan black box guna kepentingan investigasi. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama semua pihak sehingga pelaksanaan evakuasi berjalan dengan baik.
"11 Korban telah dievakuasi, namun kita berduka cita karena satu di antaranya meninggal dunia," tutur Slamet. Sementara kondisi helikopter, kata Slamet, hancur di bagian ekor dalam kondisi terbalik sekitar 90 derajat.
Artinya, posisi helikopter ada di lembah curam, di mana tempat tersebut ada sungai kecil dan saat itu disebut ada asap, namun tidak terbakar sehingga korban selamat. "Saya bangga dengan tim SAR gabungan karena sudah melakukan tugas dengan baik," ungkapnya.
Kemudian Slamet menambahkan bahwa kondisi jatuhnya helikopter tidak di daerah rawan lantaran di sana tidak ada perumahan warga. Senada dengan Slamet, Kakansar Timika, George Leo Merchy Randang menuturkan secara teknis operasi SAR gabungan kali ini terpadu dan dilaksanakan dengan baik.
(wk/tiar)