Cancel Culture dapat berisiko fatal bila tak ditangani dengan baik. Yuk, simak 7 tips bijak berikut untuk menyikapi fenomena cancel culture yang tengah ramai jadi perbincangan.
- Jun 16, 2022
WowKeren - Cancel culture terjadi akibat banyaknya aksi boikot masyarakat. Sebagian biasanya hanya ikut-ikutan demi dianggap turut berkontribusi. Profesor jurusan komunikasi Universitas of Minnesota, Catherine Squires berpesan agar masyarakat tak ikut-ikutan melakukan aksi boikot bila belum tahu kebenarannya.
"Jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan, yang dapat Anda lakukan adalah menolak untuk berpartisipasi. Pendapat masyarakat semakin terdemokratisasi karena sosial media sehingga penolakan untuk berpartisipasi menjadi lebih penting," jelas Catherine Squires.
(wk/Sisi)