BNPT Klaim Belum Temukan Indikasi Teror Khilafatul Muslimin: Kalau Dibiarkan Sangat Berbahaya
Nasional

BNPT menyebut hingga kini belum menemukan adanya indikasi aksi teror yang dilakukan oleh Khilafatul Muslimin. Meski begitu, pihaknya menyebut jika dibiarkan akan sangat berbahaya.

WowKeren - Isu Khilafatul Muslimin hingga saat ini masih terus diusut. Sebagaimana diketahui, kehebohan Khilafatul Muslimin ini bermula ketika video yang menunjukkan konvoi beratribut Khilafa menyebar luas di media sosial beberapa waktu lalu.

Sejumlah anggota Khilafatul Muslimin pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengaku hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya indikasi aksi atau gerakan teror yang dilakukan ormas tersebut.

Meski demikian, BNPT menilai aktivitas Khilafatul Muslimin sangat berbahaya jika dibiarkan karena mengusung ideologi Khilafah. Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Brigjen Wawan Ridwan mengungkapkan bahwa Khilafatul Muslimin melakukan kaderisasi.

Di samping itu, sejak berdiri di tahun 1997 silam, Khilafatul Muslimin disebut menyebarkan ideologi Khilafah sebagai pengganti Pancasila. Sebagai informasi, ormas itu sendiri didirikan oleh Abdul Qadir Hasan Baraja yang pada saat itu masih mendekam di balik jeruji lantaran terlibat kasus Negara Islam Indonesia (NII).


"Sudah sekian lama dia bangun, seperti disampaikan Kapolda (Metro Jaya), pergerakan seperti ini orang tidak sadar, tapi kalau dibiarkan ini sangat berbahaya," ujar Wawan dalam konferensi pers di Polda Metro Jakarta, Kamis (16/6).

Lebih lanjut, Wawan menambahkan bahwa ormas Khilafatul Muslimin kerap berkamuflase atau bertaqiyah sebagai sebuah organisasi yang mendukung Pancasila atau dalam istilah lain memperlihatkan berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya dalam beragama.

Sehingga, kata Wawan, taqiyah tersebut menjadi salah satu strategi untuk bisa mempertahankan eksistensi mereka sebelum diungkap oleh pihak kepolisian. Ia mengatakan bahwa Khilafatul Muslimin memiliki pusat pemerintahan di Lampung dan telah diikuti oleh puluhan ribu anggota.

Selain itu, Wawan menerangkan bahwa Khilafatul Muslimin juga memiliki kantor wilayah yang sudah tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, bahkan mereka juga mempunyai lembaga pendidikan dan kurikulum sendiri. Akan tetapi, kurikulum yang digunakan berlandaskan ideologi Khilafah tanpa diberikan nilai-nilai Pancasila.

"Kalau tidak salah, di data kami itu sudah ada sekitar 25 provinsi itu tersebar," jelas Wawan. "Dalam hal pengkaderan maupun aktivitas pendanaan sarat tujuan organisasi yang mengganti ideologi negara."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait