Para Santri Ponpes Khilafatul Muslimin di Bekasi Dipulangkan, Orangtua Ngaku Pasrah
Nasional

Sebagai informasi, pemulangan para santri dilakukan setelah pengelola ponpes bertemu dengan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) di Bekasi Selatan pada Kamis pagi.

WowKeren - Para santri di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyah (PPUI) Khilafatul Muslimin di Pekayon, Kota Bekasi, mulai dipulangkan sejak Kamis (16/6) kemarin. Pihak ponpes memulangkan para santrinya usai muncul spanduk penolakan kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah tersebut.

Orangtua santri pun mengaku pasrah dengan penghentian aktivitas ponpes tersebut. Salah satu orangtua santri bernama Muji mengaku telah dihubungi pihak ponpes untuk menjemput anaknya.

"Kita dihubungin untuk menjemput anak karena petugas dari kecamatan sudah datang (ke ponpes) untuk klarifikasi, supaya psikologis dan sosial anak tidak terganggu," ungkap Muji kepada CNN Indonesia, Kamis.

Muji mengungkapkan bahwa pendidikan di ponpes tersebut selama ini tidak keluar dari ajaran-ajaran Islam. Namun ia hanya bisa pasrah apabila kegiatan ponpes tersebut dihentikan sementara.

"Saya kembali kepada apa yang saya dapat di Khilafatul Muslimin. Saya tidak mencari siapa yang benar, siapa yang salah. Saya kembalikan kepada Allah, pasrah aja," jelasnya.


Lebih lanjut, Muji mengungkapkan bahwa ia kemungkinan akan menyekolahkan anaknya di sekolah umum apabila nantinya ponpes Khilafatul Muslimin tidak dibuka lagi. "Kalau kita kan mengedepankan ibadah. Dimana saja kalau itu tidak keluar dari koridor syariat, ya bisa saja," ujarnya.

Sementara itu, salah satu guru di ponpes tersebut mengaku kecewa dan pasrah dengan penghentian aktivitas di fasilitas pendidikan tersebut. Meski demikian, guru bernama Aziz Nur Dzikri itu menjelaskan bahwa keputusan itu diambil salah satunya untuk menjaga kondisi psikologis para santri.

"Ada lah perasaan kayak kecewa, cuma mau bagaimana lagi, dipulangkan untuk anak-anak ini karena takut psikologisnya terganggu," ujarnya.

Sebagai informasi, pemulangan para santri dilakukan setelah pengelola bertemu dengan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) di Bekasi Selatan pada Kamis pagi. "Atas dasar inisiatif saya sendiri untuk kondusif, kita pulangkan diawali dengan santri terdekat," kata Pimpinan Khilafatul Muslimin Bekasi, Abu Salma.

Adapun jumlah santri di ponpes tersebut mencapai 200 orang. Terdiri dari berbagai jenjang versi pesantren, mulai tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait