Mendagri Tito Karnavian Disebut Akan Pindah ke IKN Nusantara Mulai 1 Januari 2024
Instagram/titokarnavian
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Menurut Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro, proses pemindahan pemerintahan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan dimulai secara bertahap.

WowKeren - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dikabarkan akan mulai berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, mulai 1 Januari 2024 mendatang. Kabar tersebut disampaikan oleh Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro.

"Tanggal 1 Januari 2024 Insya Allah saya bersama Pak Mendagri Tito Karnavian akan pindah ke Kalimantan," ungkap Suhajar dalam rapat paripurna HUT DKI Jakarta ke-459 pada Rabu (22/6) hari ini.

Adapun proses pemindahan pemerintahan ke IKN disebutnya akan dimulai secara bertahap dan tidak lama lagi. Menurut Suhajar, pemindahan IKN akan membuat Jakarta lambat laun bukan lagi pusat pemerintahan dan birokrasi. Rencananya, Jakarta akan menjadi pusat bisnis.

"Bukan saja nasional, melainkan regional, bahkan, global. Dengan tanggalnya, statusnya sebagai Ibu Kota Negara secara perlahan status dan karakternya sebagai pusat birokrasi juga akan berkurang," paparnya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo yang melakukan kunjungan ke Kaltim juga akan meninjau IKN. Jokowi dijadwalkan meletakkan batu pertama pembangunan persemaian Mentawir di kawasan IKN pada Rabu (22/6) hari ini.



"Kegiatan tersebut juga disertai dengan peletakan batu pertama tanda pembangunan persemaian Mentawir di kawasan IKN," ungkap Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Setprov Kaltim, Sri Rezeki Marietha.

Sebagai informasi, kawasan Mentawir akan dijadikan wadah pembibitan berbagai tumbuhan khas Kaltim dan dunia. Bibit-bibit pohon yang disemai di Mentawir akan ditanam di IKN.

"Rencana sebelumnya, usai mengunjungi persemaian Mentawir, Presiden Jokowi juga akan melihat kemajuan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi. Namun tidak jadi. Beliau langsung ke Samarinda bersama rombongan dengan helikopter," jelasnya.

Di sisi lain, 70 persen area IKN Nusantara rencananya akan dijadikan huta tropis. Dengan begitu, IKN Nusantara berpotensi menjadi kota karbon netral dan bahkan karbon negatif lantaran bisa lebih banyak menyerap karbon dioksida.

"Dari 260.000 hektare yang luasannya 4 kali lipat dibandingkan Jakarta, sekitar 70 persen area dilestarikan sebagai hutan tropis," jelas Ketua Bidang Koordinasi Transformasi Teknologi dan Inovasi Tim Transisi Pendukung Persiapan, Pembangunan, dan Pemindahan Ibu Kota Negara Mohammed Ali Berawi.

Hal tersebut mewujudkan visi IKN Nusantara sebagai kota hijau dan inklusif. "Kita berharap bisa menghasilkan kota yang smart, berkelanjutan, dan tangguh. Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mengembangkan teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan mutu kehidupan," tukasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts