Bank Dunia Sebut Stimulus Ekonomi Makro Indonesia Berhasil Memitigasi Dampak Pandemi COVID-19
Pxhere
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Tak bisa dipungkiri, selama pandemi COVID-19 melanda Indonesia, berdampak pada sektor perekonomian. Namun beriringan angka kasus menurun, ekonomi pun perlahan pulih.

WowKeren - Sudah dua tahun Indonesia dilanda pandemi COVID-19. Selama pandemi COVID-19 berlangsung membuat perekonomian Indonesia mengalami kegoyahan.

Namun kini seiring dengan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia, laju pergerakan perekonomian di Tanah Air pun menunjukkan kenaikan secara perlahan. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen menuturkan bahwa stimulus ekonomi makro yang dilakukan pemerintah Indonesia telah berhasil memitigasi dampak pandemi COVID-19.

Satu menuturkan selama pandemi berlangsung, paket fiskal di Tanah Air difokuskan untuk mendukung perawatan kesehatan, vaksinasi, dan bantuan sosial bagi mereka yang paling membutuhkan. Paket ini pun diikuti oleh subsidi untuk biaya menahan peningkatan inflasi.

Terlebih, kata Satu, kebijakan fiskal ekspansif itu dilengkapi dengan kebijakan moneter yang akomodatif yang membantu mempercepat kredit ke sektor swasta dan mendukung pemulihan ekonomi.



Lebih lanjut, Satu menerangkan bahwa sejauh ini, Indonesia diuntungkan dari posisi awal ekonomi makro yang stabil pada tahun 2020, yang ditandai dengan tingkat utang yang rendah, cadangan devisa yang memadai, dan stabilitas di sektor keuangan.

Meski demikian, Satu mengingatkan seluruh stimulus itu akan semakin berkurang ketersediannya di masa mendatang lantaran peningkatan biaya subsidi dan anggaran fiskal semakin membengkak. "Tekanan inflasi pun meningkat dan kondisi pembiayaan eksternal menjadi semakin ketat," ujar Satu dilihat dari Antara, Rabu (22/6).

Dengan semakin terbatasnya kebijakan fiskal dan moneter, Satu menilai bahwa reformasi struktural sangat penting untuk mendorong pertumbuhan, termasuk menciptakan ruang fiskal melalui reformasi pajak, memperluas belanja yang mendukung pertumbuhan dan reformasi, serta membiayai investasi publik guna memblokir kesenjangan infrastruktur yang sangat kritis.

Di samping itu, dalam mengembangkan industri hilir, Satu menerangkan bahwa menggantikan perdagangan yang ada saat ini dengan bauran perdagangan fiskal, lingkungan bisnis, pengelolaan lahan dan kebijakan infrastruktur akan menjadi vital.

Maka diperlukan untuk memprioritaskan reformasi lingkungan bisnis untuk mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa mengakses kredit dan melakukan formalisasi juga penting. Begitu juga dengan transisi digital untuk mengatasi dampak buruk pandemi akan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan dan produktivitas, serta daya saing Indonesia.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts