Rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia di tengah ketegangan dua negara itu tampaknya mendapat banyak dukungan. Bahkan hal ini disebut sebagai langkah tepat dan cermat.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 24 Juni 2022 - 15:36 WIB
WowKeren - Presiden Indonesia Joko Widodo disebut akan berkunjung ke Ukraina dan Rusia di tengah ketegangan antara dua negara tersebut. Apabila rencana ini terealisasi, Jokowi akan menjadi pemimpin Asia pertama yang berkunjung ke kedua negara yang tengah berkonflik tersebut.
Menanggapi rencana kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia itu, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menilai bahwa hal tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan dorongan untuk perdamaian.
"Saya menganggap tepat dan cermat rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dalam kapasitas sebagai Presiden G20 dan anggota the Champion Group of the United Nations' Global Crisis Response Group (GCRG) ke Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia akhir bulan ini," ujar Meutya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/6).
Meutya kemudian menyebut bahwa rencana kunjungan kerja Jokowi ke dua negara tersebut sejalan dengan hasil rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Luar Negeri (Menlu). Berdasarkan hasil rapat tersebut, Komisi I DPR meminta Kemlu untuk melakukan diplomasi secara intensif dalam mencari solusi atas konflik Rusia-Ukraina.
Menurut Meutya, kunjungan Jokowi untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin itu turut mencerminkan politik luar negeri RI yang bebas aktif dengan ikut berkontribusi mencari solusi damai atas konflik kedua negara tersebut. Ia pun berharap agar Indonesia bisa mendorong semua pihak kembali ke meja perundingan.
Senada dengan Meutya, anggota Komisi I DPR Sukamta turut mengapresiasi rencana Jokowi berkunjung ke Ukraina dan Rusia. Ia mengatakan bahwa pemerintah menyebut Jokowi membawa misi perdamaian dan kemanusiaan ketika berkunjung ke kedua negara tersebut.
"Kami sangat mengapresiasi langkah Presiden Jokowi. Keberangkatan presiden ini harus didukung bersama," tutur Sukamta dalam keterangan tertulis, Kamis (23/6). "Semoga Indonesia akan kembali memainkan peran yang signifikan dalam ikut serta menjaga perdamaian dunia. Karena perang ini membawa dampak negatif bagi kita semua."
Sukamta membeberkan akibat perang yang terjadi antara Ukraina dan Rusia itu membuat negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah ikut merasakan dampak peperangan tersebut. Harga barang-barang kini semakin mahal, mulai dari gandum, minyak goreng, bahan bakar dan pupuk hingga terjadi krisis energi dan pangan.
(wk/tiar)