Remaja pria di AS dibebaskan setelah menembak dua orang pria saat terjadi kerusuhan tahun 2020 lalu. kini, remaja itu ingin menuntut media atas tuduhan pencemaran nama baik.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 24 Juni 2022 - 20:40 WIB
WowKeren - Kyle Rittenhouse, seorang remaja pria Amerika Serikat (AS) diketahui telah dibebaskan di pengadilan atas kasus penembakan dengan korban jiwa yang ia lakukan. Remaja tersebut membunuh orang di tengah kerusuhan atas perlakuan buruk polisi terhadap orang Afrika-Amerika. Pada Kamis (23/6) ia meluncurkan video game yang berpusat pada sasaran penembakan yang mewakili para wartawan.
Kyle Rittenhouse mengatakan dalam posting online bahwa uang yang diperoleh dari penjualan game itu akan digunakan untuk menuntut "organisasi media sayap kiri" atas pencemaran nama baik. Hal itu terkait liputan mereka tentang kasusnya di tahun 2020. Sayannya, Kyle tidak merinci outlet berita mana yang ingin dia tuntut, juga tidak jelas kapan game itu akan tersedia untuk dimainkan.
"Sudah waktunya untuk melawan mesin berita palsu. Inilah sebabnya saya meluncurkan video game menembak kalkun berita palsu Kyle Rittenhouse," kata Rittenhouse dalam sebuah video yang diposting di Twitter.
Sebuah trailer untuk game tersebut berharga US$10 (S$13,80). Menunjukkan versi kartun Mr Rittenhouse meledakkan diri, bergaya arcade, dengan karakter kalkun berlabel "berita palsu" dari balik sampul.
Kyle dibebaskan akhir tahun lalu oleh hakim atas peristiwa penembakan pada Agustus 2020 di Kenosha, Wisconsin. Rittenhouse yang saat itu berusia 17 tahun menembak mati dua pria kulit putih dan melukai lainnya dengan senapan semi-otomatis AR-15 selama kerusuhan yang diikuti protes anti-polisi di Kenosha.
Dengan Mr Rittenhouse dituduh melakukan pembunuhan, hakim menerima argumennya bahwa dia membela diri dari serangan ketiga pria itu. Mr Rittenhouse mengatakan dia telah melakukan perjalanan ke Kenosha dari tetangga Illinois untuk membantu melindungi properti pribadi dari kerusakan dalam kerusuhan yang meletus setelah polisi Kenosha menembak dan melumpuhkan seorang pria kulit hitam, Jacob Blake.
Sebelum insiden itu, di halaman Facebook-nya, Rittenhouse telah mendukung kampanye "Blue Lives Matter" untuk mendukung polisi. Ini datang sebagai tanggapan atas kritik keras terhadap petugas penegak hukum atas pembunuhan tersangka kulit hitam, khususnya pembunuhan George Floyd di Minnesota pada Mei 2020.
(wk/amel)