Sri Lanka yang Dilanda Krisis Putuskan Tutup Sekolah-Desak WFH, KBRI Beber Kondisi WNI
Nasional

Sri Lanka menjadi salah satu negara yang tengah terpuruk akibat krisis ekonomi. KBRI pun membeberkan kondisi WNI yang saat ini masih berada di Sri Lanka di tengah krisis melanda.

WowKeren - Sri Lanka saat ini tengah dilanda krisis terburuknya dalam tujuh dekade. Akibatnya tampak antrean masyarakat untuk mendapatkan bensin di tengah kekurangan bahan bakar. Selain itu, sekolah-sekolah juga ditutup, serta pegawai negeri diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Dengan cadangan devisa pada rekor terendah, pulau yang berpenduduk 22 juta jiwa itu berjuang untuk membayar impor penting seperti makanan, obat-obatan, dan yang paling kritis adalah bahan bakar. Meski Sri Lanka saat ini tengah dilanda krisis, Duta Besar RI Kolombo, Dewi Gustina Tobing mengatakan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut sepakat kalau evakuasi bukan pilihan.

Dalam keterangan pers KBR Kolombo, Dewi mengatakan bahwa pandangan tersebut mengemuka pada dialog interaktif secara virtual antara Dubes dan WNI di Sri Lanka pada Minggu (26/7) kemarin. Dewi memprediksi bahwa masa-masa sulit akibat bangkrutnya perekonomian Sri Lanka itu akan berlangsung empat sampai lima bulan ke depan hingga cairnya bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Terkait hal tersebut, Dewi lantas meminta kepada WNI agar menyiapkan cadangan pangan di rumah meskipun di kota-kota tertentu sudah ada pembatasan pembelian beras sebanyak 5 kg per orang. Di samping itu, KBRI juga telah menyiapkan sembako bagi WNI yang sangat membutuhkan.

Lebih lanjut, Dewi mengatakan bahwa KBRI Kolombo dari waktu ke waktu terus mengikuti perkembangan tentang krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka, khususnya dalam hal memantau ketersediaan pangan yang menjamin masih terpenuhinya kebutuhan pokok WNI.


Dewi menuturkan menurut pengamatan KBRI, makanan pokok masih tersedia hingga empat bulan mendatang dengan impor utama dari India melalui jalur kredit. Setelah itu, pemerintah Sri Lanka diperkirakan akan terus mengupayakan untuk bisa menjaga ketersediaan pangan tersebut.

Di samping menyiapkan sembako, Dewi mengungkapkan bahwa KBRI Kolombo juga telah menyusun rencana untuk membantu WNI jika situasi terus memburuk dan segera memerlukan penanganan. Ia menuturkan bahwa saat ini KBRI menilai situasi di Sri Lanka masih terkendali.

"Untuk ketersediaan makanan, dan telah mengadakan pendataan untuk membantu WNI berpendapatan kecil yang mengalami kesulitan akibat kenaikan harga atau yang kehilangan pekerjaan," jelas Dewi.

Di sisi lain, Dewi menyampaikan bahwa KBRI Kolombo belum memandang perlunya evakuasi wajib bagi WNI yang tinggal di Sri Lanka, lantaran kebutuhan pokok makanan masih bisa terpenuhi. Meski bahan bakar dan gas rumah tangga mengalami kelangkaan, tapi pemerintah setempat tetap mengupayakan pasokan terus berlangsung.

Sebagai informasi, WNI yang ada di Sri Lanka diketahui berjumlah lebih dari 500 orang. Meski belum akan melakukan evakuasi, namun KBRI juga mendukung dan membantu sepenuhnya WNI yang memutuskan untuk sementara meninggalkan Sri Lanka karena krisis.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts