Kemenkes Beri Fasilitas Kesehatan Rompi Penurun Suhu Untuk Pasien Heat Stroke di Masa Haji 2022
haji.kemenag.go.id
Nasional
Haji 2022

Melihat suhu di Tanah Suci Mekah yang sangat tinggi, maka Kemenkes pun menyiapkan fasilitas kesehatan untuk jemaah haji yang mengalami heat stroke di masa haji 2022 sekarang ini.

WowKeren - Indonesia telah memberangkatkan jemaah haji sejak 4 Juni 2022 lalu. Seperti yang diketahui, pada saat ini telah memasuki masa haji 1443 H/2022. Mengingat kondisi di Tanah Suci Mekah memiliki suhu yang tinggi, maka pemerintah Indonesia pun menyiapkan fasilitas kesehatan bagi para jemaah.

Salah satu fasilitas kesehatan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI adalah memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi rompi penurun suhu untuk penanganan pasien heat stroke saat ritual ibadah di Arafah, Muzdhallifah dan Mina (Armuzna) pada musim haji 2022.

"Rompi penurun suhu ini merupakan inovasi pelayanan kesehatan di musim haji 1443 H, untuk penanganan kasus heat stroke yang mungkin terjadi di musim haji 2022," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana di Mekah, Senin (27/6), dilihat dari Antara.

Budi kemudian menerangkan bahwa rompi itu juga diguanakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah Armuzna sebagai tindakan pencegahan. Sejauh ini, diketahui sudah ada 10 jaket yang disiapkan untuk petugas, sementara 20 jaket lainnya disiapkan untuk pertolongan pertama pada jemaah heat stroke.


Di sisi lain, tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah sekaligus tim peneliti Dr Suzy Indharty mengatakan bahwa pengukuran suhu dan tanda vital jemaah menjadi parameter dalam penggunaan rompi tersebut. "Suhu diukur secara berkelanjutan dan akan dihentikan setelah suhu pasien turun mencapai 38 derajat (Celcius), untuk kemudian diberikan terapi standar lainnya," jelas Suzy.

Suzy menerangkan teknologi carbon cool itu digunakan karena memiliki daya tahan dingin yang lama hingga 8-12 jam. Menurutnya, hal itu jauh lebih lama dibandingkan dengan penggunaan es atau ice gel, tidak cepat mencair dan basah.

Lebih lanjut, Suzy mengatakan bahwa pasien akan dipakaikan rompi lengkap dengan decker untuk meredam saraf-saraf sensorik yang banyak di bagian tubuh terbuka yang tersengat matahari yakni bagian lengan, paha, dan betis. Sementara dalam keadaan darurat, techno cool bisa langsung ditempelkan ke tubuh pasien.

Di samping itu, Koordinator Surveilans PPIH Arab Saudi bidang Kesehatan Prof Rustika juga memastikan teknologi tersebut dibutuhkan untuk penanganan heat stroke pada jemaah haji 2022 dari Indonesia.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts