Kata Wagub DKI Soal Kemungkinan Holywings di Jakarta Beroperasi Kembali
Instagram/arizapatria
Nasional
Kontroversi Holywings

Sebelumnya, Satpol PP DKI serentak menutup 12 outlet Holywings di beberapa lokasi di Ibu Kota pada Selasa (28/6). Lantas apakah outlet Holywings di Ibu Kota bisa beroperasi kembali?

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings di Ibu Kota. Pada Selasa (28/6), Satpol PP DKI serentak menutup 12 outlet Holywings di beberapa lokasi di Ibu Kota.

Meski begitu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membuka opsi Holywings bisa kembali beroperasi usai melengkapi seluruh syarat perizinan penjualan minuman keras alias miras. "Sejauh persyaratan izin-izinnya dapat dipenuhi sesuai dengan aturan dan ketentuan, ya siapa saja yang punya usaha diperbolehkan," ungkap Riza di Balai Kota DKI.

Lebih lanjut, Riza menyebut penutupan Holywings tersebut dapat menjadi pelajaran untuk semua kafe dan resto di Ibu Kota. Riza meminta agar semua resto, kafe, dan bar di Jakarta segera melengkapi semua syarat sesuai ketentuan.

"Kami minta semuanya harus memperhatikan syarat-syarat. Jadi jangan dianggap enteng, jangan diabaikan aturan ketentuan," papar Riza. "Kita semua ingin menegakkan aturan untuk kepentingan warga Jakarta."


Sebelumnya, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin tak menampik bahwa Pemprov DKI yang baru menutup Holywings baru-baru ini pun karena ramai promosi minuman beralkohol bagi pemilik nama Muhammad dan Maria. Menurutnya, Holywings sendiri juga telah kerap melanggar aturan. Pihak Pemprov DKI pun tidak diam sejak ada kesalahan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Di sisi lain, General Manager Holywings Yuli Setiawan mengungkapkan bahwa bisnis mereka tumbang usai hampir semua outlet di Indonesia ditutup imbas kasus promo miras untuk pelanggan bernama "Muhammad" dan "Maria". Dari total 38 outlet Holywings di seluruh Inodnesia, hanya ada dua yang masih beroperasi.

"Kita berhenti beroperasi. Di Medan tutup, Surabaya tutup, kemudian Makassar tutup, Yogyakarta tutup, Bandung tutup. Yang beroperasi hanya dua, di Batam dan Manado," papar Yuli di Holywings Bekasi pada Selasa (28/6).

Lebih lanjut, Yuli menyatakan bahwa Holywings menyerahkan semua proses hukum kepada aparat yang berwenang. "Kalau memang ternyata ada temuan (pelanggaran) dan mau disegel, ya silakan, karena kita memang sudah mengikuti semua proses hukum," tukasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts